Mabuk, Empat Pemuda Gilir ABG

MALANG POST  - Tatang Biantoro, terpaksa merayakan lebaran di dalam sel tahanan Polres Malang. Pemuda berusia 24 tahun ini, sejak akhir pekan lalu ditahan karena telah berbuat asusila. Dia menyetubuhi Bunga (nama samara), 16 tahun, warga Jalan Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Bahkan, sebelum diserahkan ke polisi, Tatang sempat menjadi bulan-bulanan warga.
Warga Jalan Ajisoko, Desa/Kecamatan Sumberpucung ini, digrebek warga ketika melakukan pencabulan terhadap korban di dalam rumah kosong di Dusun Suko, Desa/Kecamatan Sumberpucung. Saat digrebek dia sedangkan dalam kondisi bugil. Sementara tiga temannya yang ikut melakukan pencabulan, kabur ketika warga datang. Mereka masing-masing berinisial DD, CP serta AR.
“Untuk ketiga temannya yang kabur itu, saat ini masih kami buru. Dan untuk tersangka, dia kami jerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Informasi yang diperoleh, sebelum melakukan perbuatan bejat, tersangka Tatang bersama tiga temannya yang kabur berkumpul di rumah DD di Dusun Suko, Desa Sumberpucung. Setelah berkumpul, mereka lalu sepakat untuk pesta minuman keras. Ketika pesta miras baru berjalan beberapa menit, tersangka Tatang meminta temannya CP untuk mencarikan teman wanita.
Selanjutnya, CP yang dimintai tolong langsung menghubungi korban yang merupakan bekas pacarnya. Meski awalnya sempat tidak mau, namun setelah dibujuk korban akhirnya mau. Kemudian CP dan DD lantas menjemput korban di jalan dekat rumahnya. Setelah itu, korban lalu diajak ke rumah DD.
Begitu di rumah DD, korban kemudian dipaksa untuk ikut minum. Setelah habis dua botol, kemudian pesta miras dilanjutkan di rumah kosong yang tak jauh dari rumah DD. Di rumah kosong itu, korban kembali dicekoki minuman keras. Begitu kondisi korban teler, Tatang dan ketiga temannya langsung menyetubuhi korban secara bergilir.
Perbuatan bejat ini terbongkar, setelah salah satu warga curiga dengan aktivitas di dalam rumah kosong. Pasalnya, selama ini lampu di dalam rumah kosong tersebut tidak menyala. Namun malam itu, kondisi lampu menyala. Setelah dicek dan terdengar ada suara jeritan wanita, warga tersebut langsung memberitahukan warga lainnya. Selanjutnya, warga langsung menggrebek dan menemukan Tatang sedang menyetubuhi korban. Sedangkan pelaku lainnya kabur lewat pintu belakang.
“Saya melakukan itu tidak dengan paksaan. Dia (korban, red) mau saja ketika saya ajak melakukan hubungan intim,” tutur tersangka Tatang.(agp/aim)