Penampung Imigran Gelap di Tangkap

MALANG POST – Pelaku penyelundupan orang (people smuggling) yang diamankan petugas Reskrim Polres Malang bertambah. Setelah Dwi Pamirso,  mantan sekretaris Desa (Sekdes) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, awal pekan lalu giliran Dani Setiawan, 36 tahun, warga Desa Kedok, Kecamatan Turen yang ditahan.
Dani adalah pemilik rumah di Desa Kedok, Turen yang disewa oleh Dwi, untuk menampung para imigran gelap. Sebelum diselundupkan lewat Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo, Tirtoyudo, para imigran yang dibawa dari Jakarta ditampung terlebih dahulu di rumah Dani.
“Tersangka Dani ini, kami tahan setelah dia datang memenuhi panggilan untuk diperiksa. Penahanannya, berdasarkan keterangan Dwi bahwa Dani ini terlibat. Dia kami jerat dengan pasal 120 Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dan jonto pasal 55 KUHP tentang keikutsertaan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Sementara itu, menurut pengakuan Dani, dirinya sama sekali tidak tahu tentang imigran itu. Dia mengatakan bahwa rumahnya disewa oleh Dwi Pamirso mulai Nopember 2012. Rumah yang sedang dalam tahap renovasi itu, disewa dengan alasan untuk menampung kayu Sengon Laut.
“Dia (Dwi, red) tidak bilang kalau mau menampung imigran. Katanya hanya untuk menampung kayu saja. Dan pada bulan Nopember itu, saya diberi uang sewa sebesar Rp 2 juta,” ujar Dani.
Kemudian pada bulan Desember 2012, rumah Dwi kembali disewa. Harga sewanya diakui juga sama dengan bulan Nopember. Hanya bedanya uang sewanya dicicil dua kali, yaitu pertama Rp 700 ribu kemudian kedua Rp 1,3 juta.
Dani sendiri, mengaku baru kalau rumahnya dijadikan tempat penampungan imigran, setelah didatangi oleh Polres Malang yag melakukan penggrebekan. “Sumpah, saya tidak tahu kalau digunakan untuk menampung imigran gelap. Andaikan dari awal bilang untuk menampung imigran, pasti tidak saya perbolehkan,” elak bapak tiga anak ini.(agp/aim)