Cucu Pengusaha Rokok Malang Terlibat Narkoba

MALANG - Keterlibatan kepemilikan ganja yang dilakukan Rizky Anugerah Gautama, 21 tahun, anak anggota DPRD Kota Malang berbuntut panjang. Selain diduga kuat melakukan peredaran ganja, pemuda yang tinggal di Jalan Sulfat Malang itu berhubungan erat dengan Aditya Dwi Permana, 21 tahun, salah satu crosser nasional yang juga cucu pengusaha rokok terkenal di Kota Malang. Anggota Satreskoba Polres Malang Kota menangkap Adit, panggilan akrab pemuda yang tinggal di Jalan Ki Ageng Gribig VI Malang itu ketika berada di rumah temannya, Nuzulul Karim, 37 tahun, warga Jalan Mayjen Panjaitan Malang.
Sumber Malang Post di Mapolres Malang Kota, Adit seringkali membeli ganja dari Rizky. Polisi dikatakannya saat ini mengembangkan bukan hanya ganja yang dibeli, namun juga SS yang didapat dari tangan Adit ketika menangkapnya. “Saat disergap di rumah Karim, kami berhasil menyita barang bukti satu bungkus rokok berisi satu klip SS, satu kotak kecil berisi biji ganja, satu kaleng bekas permen berisi biji ganja, satu alat isap, paper dan dua ponsel,” ujar sumber terpercaya tersebut.
Sedangkan dari tangan Karim, polisi juga mengamankan dua kotak plastik berisi biji ganja, paper, alat isap dan alat penghancur ganja. Diterangkan dia, nama Adit dan Karim disebut oleh Rizky ketika dimintai keterangan oleh penyidik. “Jadi Rizky ini memang memiliki jaringan pembeli yang cukup kuat. Termasuk Adit diketahui sebagai pembeli aktif. Nah, sampai sekarang, barang bukti SS ini yang masih kami selidiki berdasarkan beberapa pengakuan terbaru dari para tersangka ini,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, anggota Satreskoba Polres Malang Kota juga mengamankan Setyo, 36 tahun, warga Jalan Bunga Maya Malang. Dia diamankan di rumahnya dengan barang bukti satu klip kecil SS, alat hisap atau bong dan satu rol kertas aluminium. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH membenarkan pihaknya telah mengamankan tiga tersangka itu beserta barang buktinya. “Penyidik masih mengembangkan kasus ini. Begitu pula soal kemungkinan adanya tersangka lain,” tegas dia. (mar)