Selingkuhan Tewas Misterius

KOTA BATU - Dalam kondisi hamil tujuh bulan hidup bersama pria yang diduga selingkuhannya di kamar indekosan Jalan Dewi Sartika Gg 3-A belakang Bank Rinjani Kota Batu, Sunarmi, 49 tahun Sabtu (10/8) malam lalu, meninggal dunia secara mendadak hingga menimbulkan kecurigaan warga. Polisi pun turun tangan menyelidiki plus membawa korban ke RSSA Malang untuk dilakukan visum.
Perkampungan RT07/RW09 Kelurahan Temas itu pun menjadi gempar. Apalagi sebelum ditemukan tak bernyawa, kondisi wanita asal Dusun Sebranggondo Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji itu mengalami pendarahan. ”Dia (korban) meninggal sekitar jam 19.30 WIB. Dan sebelumnya sempat mengalami pendarahan,” jelas Iin, warga kampung belakang Bank Rinjani itu.
Keterangan senada diungkapkan Maiyah warga setempat. Bahkan dikatakan, sebelum kejadian itu, Paedi pria yang menjadi teman hidup Sunarni sempat meminjam uang Rp120 ribu kepada Zaqqi Gufron dengan alasan untuk membeli obat. ”Setelah itu, saya mendengar korban sudah tidak bernyawa lagi. Kejadiannya seperti apa ? Saya kurang paham,” jelas Maiyah.
Kanit Reskrim Polsek Batu Iptu Tukiman juga menjelasakan, bila ibu tiga orang anak itu meninggal secara mendadak. Sebelum meninggal, sempat mengeluh sakit di punggungnya, kejang-kejang bahkan mengalami pendarahan serta dari mulutnya berbusa.
Menurut Tukiman, hasil dari pemeriksaan sementara memang tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan (luka lebam) pada tubuh korban. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab meningalnya korban. ”Dari TKP, kami menemukan sisa makanan dan minyak kayu putih. Memang  sebelum meninggal, korban sempat makan,” terang Tukiman.
TIGA BULAN INDEKOS
Terungkap, Sunarni dan Paedi tinggal di indekosan tersebut baru tiga bulan ini. Dan untuk mencukupi kebutuhannya, korban sempat berjualan minuman kopi di Unit Loak Pasar Besar Batu. “Sunarni masih punya suami sah, yakni Yono warga Dusun Sabrangbendo RT.56/RW.07 Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji. Dari perkawinanan itu, korban punya tiga orang anak. Sedangkan Paedi, merupakan selingkuhan Sunarni,” ungkap Iptu Tukiman.
Dia menambahkan, menang Sunarni tinggal di indekosan bersama selingkuhannya, yakni Paedi yang juga sudah punya istri. ”Dari keterangan Paedi, bahwa mereka (Sunarni dan Paedi) memang sudah lama menjalin hubungan terlarang itu. Mereka selingkuh karena sama-sama punya masalah dalam rumah tangganya masing-masing. Korban sendiri juga sesekali pulang ke rumahnya,” pungkas Tukiman.
Iin membenarkan, bahwa korban baru tiga bulan tinggal di kampung tersebut bersama Paedi. Sejauh itu, keduanya memang jarang bergaul dengan warga kampung setempat. Iin juga menjalaskan, untuk tinggal di kampung tersebut, memang harus menunjukkan keterangan surat nikah. Sementara yang ditunjukkan korban, justru surat nikah dengan suami aslinya bukan dengan Paedi. ”Kami kaget, ternyata dia tinggal dengan pria yang bukan suaminya,” tambahnya.
Ketua RT 07 RW 09  Awaludin menyebut, siapa pun warga baru yang akan tinggal di wilayahnya harus melapor terlebih dahulu. Apalagi hidup berpasangan. ”Tanggung jawab pemilik kos untuk melaporkan kalau ada warga baru di daerah sini. Yang jelas saya belum melihat datanya, apakah sudah melapor ataukah belum,’’tandas Awaludin.(mg12/lyo)