Markup Luas Tanah, Heppy Dibui

PENIPUAN : Tersangka Heppy Ricric Kristanto, saat diinterogasi Kasubag Humas Ipda Soleh Mas’udi.

MALANG – Heppy Ricric Kristanto, 44 tahun, warga Waru, Kabupaten Sidoarjo harus berurusan dengan petugas Polres Malang. Dia ditahan sejak akhir pekan lalu, karena dilaporkan melakukan penipuan terhadap Nursaidah, warga Gresik. Korban mengaku ditipu uang senilai Rp 3,7 Miliar lebih hasil penjualan tanah di Desa Pandansari, Poncokusumo.
“Dia (tersangka, red) ini kami tahan setelah bukti penipuannya sudah cukup. Dan tersangka sendiri, kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan serta pasal 3 Undang-undang Nomor 8 / 2010 tentang money laundry (pencucian uang), karena sebagian uang hasil penipuan digunakan membeli barang,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, aksi penipuan yang dilakukan Heppy ini, terjadi April 2012 lalu. Saat itu, dia mendapat kuasa dari Gunadi Santoso warga Surabaya, untuk menjualkan tanah di Desa Pandansari, Poncokusumo seluas 24,8 hektare senilai Rp 3,72 Miliar.
Oleh Heppy pun, tanah tersebut kemudian dijual kepada H Sadeli Arsad, melalui anaknya Nursaidah. Uang pembelian tanah itupun, kemudian dibayar lewat transfer.
“Uang penjualan tanah itu, sebagian untuk membayar fee mediator, mengurus peta bidang di BPN dan sebagian lagi untuk membayar pajak. Saya sendiri, hanya kebagian sekitar Rp 60 juta saja. Itupun sudah saya kembalikan. Karena kalau saya bisa mengembalikan uangnya, perkaranya akan dicabut,” tutur tersangka Heppy.
Terbongkarnya aksi penipun ini, bermula ketika korban mengukuran tanahnya ke BPN. Ternyata setelah diukur, bukan 24,8 hektare. Sebaliknya, luas tanah hanya 18,9 hektare. Mengetahui hal itu, korban lalu meminta Heppy untuk mengembalikan uangnya. Tetapi karena tidak bisa, terpaksa korban dilaporkan ke polisi.
“Sebetulnya yang menikmati penipuan ini, bukan saya sendiri. Tetapi ada teman-teman lain yang juga dapat. Namun saya sendiri yang akan mempertanggungjawabkan. Saya hanya minta kepada teman-teman yang dapat fee, supaya mengembalikan kepada saya, kemudian saya kembalikan kepada korbannya,” ungkap Heppy.(agp/aim)