Kepergok Maling, Tewas Dimassa

KEPANJEN – Kakak-beradik warga asal Jalan Kolonel Sugiono Gang V, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, siang kemarin bernasib tragis. Yaitu Zaenal Arifin, 40 tahun, dan adiknya Muklis Mahmudi, 35 tahun. Keduanya menjadi bulan-bulanan massa setelah kepergok akan melakukan pencurian.
Akibat aksi massa tersebut, sang kakak Zaenal Arifin, tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan adiknya Muklis Mahmudi, kondisinya kritis dan petang kemarin terkapar di UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
“Tempat asal keduanya ini memang dari Mergosono Gg V. Namun selama ini mereka jarang sekali pulang. Mereka tinggal di wilayah Kecamatan Wagir,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Diperoleh keterangan, sebelum menjadi bulan-bulanan massa, kedua kakak beradik ini berniat mencuri di rumah kosong di Perum Garuda Kencana, di Dusun Bendo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, sekitar pukul 14.00. Namun belum sempat mencuri, aksinya dipergoki oleh warga sekitar.
Saksi yang mengetahui pun langsung meneriaki keduanya maling. Karena takut dimassa, keduanya langsung kabur dengan berboncengan sepeda motor Suzuki Jupiter N 5909 CQ. Warga sekitar yang tak ingin pelakunya kabur terus mengejarnya.
Hingga akhirnya ketika di simpang empat Jalan Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, sepeda motor yang dikendarai keduanya ini menabrak sepeda motor Bison yang dikendarai Teguh, warga Jalan Pudak, Cokoliyo, Kepanjen. Saking kerasnya benturan itu, membuat tubuh keduanya termasuk pengendara motor Bison terjatuh.
Melihat dua pencuri itu jatuh, warga langsung mengepungnya. Namun pelaku masih mempunyai nyali besar. Mereka mengeluarkan sebilah parang dan diacung-acungkan pada warga. Mengetahui dua pelaku melawan, warga malah bertambah beringas. Dengan penuh emosi, warga langsung menangkap yang kemudian memukulinya beramai-ramai.
Aksi main hakim sendiri itu, baru berakhir setelah petugas dari Polsek Kepanjen yang kebetulan patroli melintas. Selanjutnya bersama barang bukti kedua pelaku yang babak belur dibawa ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan Zaenal Arifin, sudah keburu menghembuskan nafas terakhirnya.(agp/aim)