Setelah Terbakar, Ocean Garden Dijarah

MALANG - Kebakaran yang menimpa rumah makan Ocean Garden di Jalan Trunojoyo Malang, ternyata mengakibatkan kerugian yang lumayan besar. Total mencapai Rp 450 juta. Kerugian, yang dilaporkan ke Mapolres Malang Kota itu, selain karena kebakaran, juga aksi penjarahan.
Sumber Malang Post di Polres Malang Kota menjelaskan, Makhrus Soleh, pemilik rumah makan itu, mengaku beberapa barang perabotan rumah makan, dua sepeda motor dan beberapa peralatan elektronik, raib dibawa kabur gerombolan pemuda, ketika api belum besar.
Selain tertimpa musibah itu, Makhrus juga melaporkan perusakan dan pencurian di kantor PT. Morse Indonesia (pengembang perumahan Turen Indah) yang letaknya bersebelahan dengan rumah makan miliknya.
‘’Menurut laporan korban melalui Devy, manager Ocean Garden Trunojoyo, barang-barang tersebut dibawa oleh gerombolan pemuda yang mengenakan kaos Aremania dan beberapa orang tak dikenal. Modusnya berpura-pura menolong, namun malah menjarah barang-barang tersebut,’’ terang sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya tersebut.
Hanya saja, ketika hal itu dikonfirmasi kepada Makhrus, dia menampik jika banyak barang yang hilang. Ditemui di lokasi kebakaran kemarin, dia hanya menyebut ada beberapa barang yang raib.
‘’Hanya ada perusakan di kantor perumahan. Kaca pecah dan pintu jebol. Laptop dan berkas saja yang hilang,’’ kilahnya sambil melihat proses perbaikan rumah makannya yang baru terbakar.
Tetapi dia mengakui, banyak pesanan tempat yang harus dibatalkan. Padahal jika mengacu pada lebaran sebelumnya, selalu banyak pesanan tempat untuk halal bihalal. ‘’Kalau hari raya omsetnya dua kali lipat. Hari raya itu kan panen-panennya,’’ jelasnya sembari menyebut, setiap hari normal, Ocean Garden bisa meraup Rp 30 juta.
Manager Ocean Garden Jalan Trunojoyo, Devi menambahkan, akibat kebakaran itu, 70 karyawan juga gagal mendapatkan bonus tambahan.
Dikonfirmasi perihal peristiwa tersebut, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengaku, pihaknya dihadapkan pada dua kasus.
Yang pertama menyelidiki penyebab kebakaran di rumah makan dan yang kedua melakukan penyelidikan terhadap kasus penjarahan di lokasi kejadian.
‘’Memang ada laporan penjarahan. Namun siapa pelakunya, masih kita selidiki. Dalam laporan itu, memang ada oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan penjarahan, namun masih perlu dibuktikan lebih dalam,’’ terangnya.
Polisi, menurutnya, bekerja melalui bukti dan fakta hukum yang ada. Apalagi, dalam kasus kebakaran dan penjarahan itu, sangat minim saksi yang mengetahui persis siapa pelakunya.
‘’Kita sudah meminta keterangan lima saksi dari orang-orang sekitar TKP dan dua saksi dari karyawan rumah makan. Tetapi dari tujuh saksi yang sudah kami periksa ini, belum ada seorangpun yang tahu siapa pelakunya,’’ ungkap mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu.
Meski demikian, dilanjutkannya, polisi tetap akan mencari informasi atau saksi lain yang mengarah kepada para pelaku pembakaran dan penjarahan. ‘’Termasuk kita minta bantuan dari Labfor Cabang Surabaya untuk mengungkap penyebab kebakarannya,’’ tegas dia.
Kemarin sore, tiga anggota labfor memang langsung melakukan olah TKP di areal rumah makan yang menjadi pusat titik api didampingi beberapa karyawan rumah makan.
Pemeriksaan dilakukan hanya sekitar 45 menit. Usai mengambil beberapa barang yang dicurigai, tim yang juga didampingi anggota Satreskrim Polres Malang Kota langsung pergi.
Pasca kebakaran, manajemen Ocean Garden langsung kebut melakukan perbaikan. Bahkan untuk mempercepat proses perbaikan, mereka sampai meminta bantuan 30 personel Koramil Klojen. Karena ditargetkan, Jumat (16/8) mendatang, restoran kembali beroperasi.
Para prajurit TNI AD itu bersama pasukan kuning Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang itu, melakukan kerja bakti sejak jam 07.00 sampai 10.30 WIB.
‘’Ini merupakan bagian dari kebersamaan dan kepedulian TNI AD dengan masyarakat yang sedang dilanda musibah. Ini merupakan program rutin. Disaat ada bencana, pasti kami membantu masyarakat,’’ kata Danramil Klojen, Kapten Kav Wartoyo yang memimpin anggotanya kerja bakti. Seperti diberitakan, rumah makan Ocean Garden, Minggu (11/8) siang terbakar. Hanya dalam waktu 15 menit, api meludeskan 60 persen dari bangunan yang terbuat dari alang-alang dan bambu itu. Selain membakar bangunan yang berdiri di atas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) itu, api juga melalap gudang yang berisi peralatan dan perabotan makan. Isu yang beredar, penyebab kebakaran diakibatkan salah satu pemuda yang bergerombol berkostum Aremania melemparkan petasan ke atap rumah makan Ocean Garden. (van/mar)