Arema : Jangan Digebyah Uyah

MALANG – Pemilik Ocean Garden, sudah membuat laporan resmi kepada polisi terkait penjarahan yang terjadi saat kebakaran Minggu (11/8) lalu. Dalam laporan tersebut, disebutkan gerombolan kelompok pemuda yang mengenakan atribut Aremania, mencuri kesempatan untuk menjarah berbagai barang dan kendaraan yang ada di Ocean Garden, saat massa yang lain sibuk membantu pemadaman api.
Menanggapi laporan ini, manajemen Arema setuju terhadap upaya pelaporan dari pihak Ocean Garden. ‘’Kalau diduga kuat ada pelanggaran yang mengarah kriminal, tentu saja harus ada laporan kepada pihak yang berwajib, karena sudah melanggar hukum,’’ tandas Media Officer Arema, Sudarmaji kepada Malang Post kemarin.
Namun, Sudarmaji tidak terlalu setuju dengan opini yang menyebut bahwa pelaku penjarahan adalah Aremania. Sebab, meskipun laporan OG kepada pihak kepolisian menyebut, pelaku penjarahan diduga kelompok pemuda beratribut Arema, bukan berarti itu adalah Aremania yang terdaftar dalam korwil-korwil resmi suporter.
‘’Jangan digebyah uyah. Jangan disamaratakan. Jangan digeneralisasi atau dipukul rata. Perlu diidentifikasi lebih jelas siapa pelakunya. Sebab, perlu diketahui, banyak juga suporter Arema yang turut membantu memadamkan api saat terjadi kebakaran OG,’’ kata Sudarmaji.
Ia tak mau pelaporan pihak OG kepada kepolisian digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab, demi memelintir opini bahwa Arema dan Aremania yang harus bertanggung jawab. Sebab, menurut Sudarmaji, pelaporan yang dilakukan wajib menunjuk pada identitas dari oknum atau pelaku penjarahan OG.
‘’Itu ranahnya sudah personal. Bukan lagi manajemen Arema, atau nama Aremania secara keseluruhan. Sebab, itu adalah ulah oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempitan untuk mencuri dari kesulitan orang lain, yang jelas dia bukan Aremania,’’ tegas mantan wartawan ini.
Sebaliknya, Sudarmaji malah mempertanyakan soal kejelasan identitas dari pelaku yang dilaporkan oleh pihak OG. ‘’Sampai ketemu pelaku penjarahan, jangan disebut sebagai pelaku beratribut Aremania, karena siapa saja bisa pakai atribut Arema. Padahal dia sudah pasti bukan Aremania, bukan suporter yang beli tiket untuk mendukung Arema, sekali lagi jangan dipukul rata,’’ ungkapnya.
Arema dan Aremania tidak mau disamakan dengan oknum yang mengaku suporter tapi melakukan tindak kejahatan serta melakukan penjarahan.  ‘’Kalau soal penjarahan OG, lebih baik itu diserahkan pada pihak kepolisian. Mereka lebih berkapasitas untuk mengusut dan mencari pelakunya,’’ ucap Sudarmaji. (fin/avi)