Bejat, Pelajar Cabuli Gadis Dibawah Umur

MALU : Tersangka IK, digelandang Kasubag Humas Polres Malang.

SINGOSARI – Kasus asusila di Kabupaten Malang, semakin meningkat. Hampir tiap minggu, Polres Malang menerima laporan kasus pencabulan. Akhir pekan lalu, seorang pelajar kelas X di salah satu SMK Swasta di Singosari, terpaksa dijebloskan ke dalam terali besi Mapolres Malang.
Pemuda berinisial IK, 16 tahun, warga Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari ini, ditahan karena dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Sebut saja nama korbannya Melati, 13 tahun, warga Dusun Gentengan, Desa Purwosari, Singosari.
IK, diamankan petugas di rumahnya setelah petugas mendapat laporan dari keluarga korban. “Ketika kami tangkap, dia sama sekali tidak mengelak tuduhan pencabulan itu. Dan akibat perbuatan bejatnya itu, IK kami jerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, hubungan antara IK dengan Melati ini sebelumnya adalah sepasang kekasih. Mereka menjalin asmara sekitar setengah bulan lalu. Itu setelah meraka saling kenal lewat nomor telepon yang diberi oleh temannya.
Dan perbuatan bejat IK sendiri, terjadi Jumat (9/8) saat lebaran kedua. Malam itu sekitar pukul 20.30, Melati dijemput oleh IK di jalan dekat rumahnya. Selanjutnya dengan dibonceng sepeda motor, keduanya menuju ke sebuah rumah kosong di lahan kosong yang ada di Wonosari, Kecamatan Lawang.
Selanjutnya di lahan kosong tersebut, korban diajak melakukan hubungan intim. Setelah melakukan perbuatan terlarang, korban tidak dipulangkan melainkan diajak jalan-jalan. Baru siang keesokan harinya korban diantarkan pulang.
Perbuatan bejat IK sendiri terbongkar dari pengakuan korban kepada orang tuanya. Melati menceritakan apa yang terjadi setelah didesak oleh orangtuanya. Karena tidak terima dengan kejadian itu, akhirnya oleh orang tua korban dilaporkan ke polisi hingga IK ditangkap.(agp/aim)