Liem Agustinus Gelapkan 23 Mobil

MALANG - Liem Agustinus Setiawan, enjadi tersangka penggelapan 23 mobil rental senilai Rp 2,4 miliar. Satuan Reskrim Polres Malang Kota menggelar perkara besar ini, di halaman belakang Mapolresta, kemarin. Dari hasil gelar diketahui, pemuda 27 tahun itu, menyewa mobil rental tersebut untuk dipakai bisnis lebaran.
Aksi Liem itu, sudah dilakukan sejak bulan Juli lalu, pada rental mobil yang dikelola Rully. Rully adalah operator mobil rental dengan garasi di Perumah Bukit Dieng Kecamatan Sukun Kota Malang. Puluhan mobil yang dia kelola, merupakan hak milik banyak orang.
Tak tanggung-tanggung, menjelang lebaran, warga Jalan Sutan Syahrir Kota Malang itu menyewa 23 mobil berbagai merek. Antara lain Kijang Inova, Grand Livina, Avanza, Suzuki APV, Terios dan Grand Max. Dia menyewa secara bertahap, dengan alasan mobil akan dilempar kepada penyewa lain.
Rully sendiri percaya, karena selama ini Liem adalah penyewa yang tertib. Dia selalu lancar membayar mobil yang disewa. Hal ini rupanya modus dari tersangka, agar pihak Rully memberikan kepercayaan penuh.
Sehingga ketika Liem menyewa dalam jumlah banyak, Rully melepaskan begitu saja. Dimulai 16 Maret, Liem menyewa APV kepada Rully. Dua hari kemudian, sewa diperpanjang menjadi tiga hari dan kemudian disewa secara bertahap hingga 23 unit.
Namun pada saat jatuh tempo, ternyata tersangka tak sanggup mengembalikan mobil. Sebagian besar mobil, telah digadaikan kepada pihak lain dengan nilai antara RP 20 juta - Rp 25 juta/unit.
‘’Menjelang lebaran, dia menyewa lebih banyak dengan alasan untuk penyewa musim lebaran,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Arif Kristanto kepada Malang Post.
Kasus itu berhasil diungkap hanya dalam waktu seminggu sejak dilaporkan oleh korban. Pada 5 Agustus, seluruh mobil berhasil diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Malang Kota. Mobil itu tersebar ke wilayah Surabaya, serta wilayah Malang Raya.
‘’Kami baru bisa mengamankan 18 unit. Lima lainnya masih kita selidiki. Motif penggelapan ini karena kebutuhan hidup. Mobil itu milik banyak orang, ada juga yang punya istri polisi, kalau milik TNI tidak ada,’’ imbuh Arif.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota Dwiko Gunawan SH menambahkan, polisi masih memperdalam kasus itu. Yakni terkait dugaan adanya jaringan, maupun pelaku lain.
Sedangkan sopir yang ikut memindahkan mobil dari Bukit Dieng hanya sebatas saksi saja. ‘’Kalau sopir tidak tahu perihal ini, mereka hanya diminta memindahkan saja,’’ imbuhnya.
Nilai kerugian Rp 2,4 miliar itu, kata Dwiko termasuk dengan denda keterlambatan mobil. Adapun biaya sewa per minggu dihitung Rp 1.750.000. Sedangkan sewa mobil sebulan mencapai Rp 5 – 7 juta.
‘’Korban kita kenai pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun,’’ terangnya.
Sejauh ini, penggelapan ini adalah kasus terbesar pada tahun 2013. Umumnya memang berbentuk modus pura-pura meminjam. Polisi sendiri sudah memeriksa sekitar lima saksi. ‘’Agar pihak rentcar berhati-hati terhadap modus seperti ini,’’ tandas dia. (ary/avi)