231 Napi Wanita Terima Remisi

MALANG- Peringatan Hari Proklamasi RI, kemarin, menjadi salah satu moment yang dinantikan para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas 2A Malang. Bertepatan dengan perayaan 68 tahun kemerdekaan Indonesia, sebanyak 231 narapidana di lapas  Sukun memperoleh remisi dari Kementrian Hukum dan HAM.
Pengumuman pemberian potongan masa tahanan disampaikan langsung oleh Walikota Malang, Peni Suparto, yang pagi kemarin menyempatkan hadir dalam upacara detik-detik Proklamasi di lapas berisikan 388 napi wanita tersebut. Inep, sapaan akrabnya, sekaligus didaulat menjadi Inspektur Upacara.
Dari 231 napi yang mendapatkan remisi, 148 diantaranya merupakan tahanan kasus narkoba. Lima diantaranya bahkan langsung bebas hari itu juga. “Yang bebas langsung hari ini (kemarin) ada delapan orang. Tapi, tiga orang harus menjalani subsider. Jadi, hanya lima yang kebetulan bebas bertepatan dengan Peringatan Kemerdekaan,” ungkap Kepala Lapas Wanita Klas 2A Malang, Eti Herawati.
Besarnya remisi untuk masing-masing napi berbeda. Ada yang mendapat potong masa tahanan enam bulan dan ada pula yang hanya satu bulan. Masa remisi paling banyak adalah dua bulan. Tercatat ada 138 tahanan yang mendapat potongan dua bulan. Disusul kemudian remisi tiga bulan untuk 64 napi wanita.
Hanya satu napi saja yang mendapat remisi enam bulan. Enam lainnya mendapatkan potongan masa tahanan lima bulan dan 11 orang mengantongi remisi satu bulan. “Yang berhak mendapatkan remisi adalah yang sudah enam bulan menjalankan masa pidana dan dinilai berkelakuan baik,” beber Eti kepada Malang Post.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Lapas Sukun kemarin, Peni Suparto juga menyerahkan secara simbolis penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada para petugas berprestasi dengan masa bakti minimal 10 tahun dan kelipatannya.
Upacara detik-detik Proklamasi lantas dipungkasi dengan penampilan Tari Gambyong Banyuwangi yang dibawakan para napi lapas. Untuk melatih gerakannya, mereka digembleng latihan selama dua bulan terakhir. Melihat performance memukau belasan penari tersebut, tak ada yang menyangka bila mereka semua adalah warga binaan Lapas Klas 2A Sukun. “Gerakannya luwes, seperti sudah terlatih lama. Penampilan para napi dan suasana lapas juga tidak seseram yang sering dibayangkan orang awam,” puji Kabag Humas Pemkot Malang, Ir H Ade Herawanto MT yang turut mendampingi walikota. (tom)