Ratusan Warga Wajak Kawal Sidang Pembunuhan

TEGANG : Suasana sidang pembunuhan yang dihadiri ratusan massa simpatik korban.

KEPANJEN – Sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, siang kemarin dijaga puluhan personil dari Polres Malang. Pengamanan ini, karena sidang dengan terdakwa Ainur Rosyid, 22 tahun, warga Dusun Klagen, Desa/Kecamatan Tajinan, dihadiri ratusan warga dari Desa Dadapan, Wajak yang mengaku sebagai pendukung sekaligus teman Parto, 29 tahun, korban pembunuhan.
Ronggo Mulyana, salah satu teman korban mengatakan bahwa kedatangan warga ke PN Kepanjen itu, untuk melihat sekaligus mengawal proses persidangan yang diketuai Majelis Hakim Bayu Isdianto. Karena warga tidak ingin proses persidangan yang menewaskan rekannya itu berjalan tidak adil. Warga berharap persidangan berjalan sesuai prosedur dan terdakwa dihukum setimpal.
“Kedatanga kami ke sini (PN Kepanjen) untuk memberikan support kepada Majelis Hakim supaya bertindak adil. Kami berharap supaya kasus ini tidak dibuat mainan. Karena informasi yang dapatkan kalau lawannya adalah orang kaya. Makanya kami atas nama warga dan teman-teman, berharap terdakwa bisa dihukum seberat-beratnya,” ungkap Ronggo Mulyana.
Dikatakannya, warga yang berjumlah sekitar 150 orang ini, akan terus datang dan memberikan dukungan setiap kali persidangan. “Kami datang ke sini karena merasa empati dengan korban. Sebab korban selama ini dikenal sangat baik dan pendiam. Kami datang ke PN ini sendiri dengan menggunakan kendaraan truk, mobil serta sepeda motor,” ujarnya.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, yang kemarin datang langsung ke PN Kepanjen untuk memantau pengamanan ini, mengatakan bahwa untuk pengamanan sidang kemarin pihaknya menurunkan satu pleton petugas dari Dalmas Polres Malang. “Itu kami lakukan untuk memberikan pelayanan pengamanan sidang ini supaya berjalan aman dan lancar,” kata Adi Deriyan.
Sekedar diketahui, kasus pembunuhan yang menewaskan Parto ini, terjadi pada 19 April 2013 lalu sekitar pukul 22.00. Korban tewas terbunuh ketika melihat orkes dangdutan di Desa Sukoanyar, Wajak. Saat itu, terdakwa yang dalam kondisi mabuk berat tiba-tiba ngamuk yang kemudian menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban.
Kemarin adalah sidang kelima yang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP). Jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kemarin adalah H Muhammad Usman dan Sri Mulikah. Sedangkan terdakwa didampingi oleh kuasa hukumnya Bambang Suherwono.
“Dakwaan kepada tersangka adalah pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Sedangkan untuk pasal 340 KUHP yang juga dicantumkan, tidak terbukti karena pembunuhan itu tidak direncanakan,” tutur Sri Mulikah.(agp/aim)