Bekuk Dua Komplotan Pencuri Sepeda Motor

Anggota Satreskrim Polres Malang Kota berhasil membekuk dua komplotan pencurian bermotor yang sama-sama tinggal di satu desa. Yakni Rudi, 23 tahun, Zainul, 21 tahun, Mat, 22 tahun, Tamyis 25 tahun dan Erwan, 28 tahun. Kelimanya tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Dari kedua komplotan itu, polisi mengamankan barang bukti Honda Tiger, N 5891 PV, Yamaha Jupiter Z, N 2818 UB, kunci T, beberapa plat nomor, shockbreaker dan dua ponsel. “Dua motor ini yang digunakan para tersangka untuk mencari sasaran di Kota Malang,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH.
Menurutnya, jajaran reskrim masih memburu motor-motor yang dicuri para tersangka tersebut ke penadahnya yang sekarang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mantan Kapolsek Wajak ini menjelaskan, komplotan pertama yang dibekuk di sekitar Jalan Raya Singosari Malang adalah Rudi, Zainul dan Mat. “Ketiga tersangka ini mencuri motor Yamaha Vega, N 6144 AY dari salah satu rumah di daerah Jalan Gadang ketika ditinggal pemiliknya di teras rumah,” ungkapnya. Rudi yang berboncengan tiga itu lantas turun dari motor dan membobol lubang konci kontak dengan kunci T yang dibawa.
Sementara, Zainul dan Mat bertugas untuk mengamati lingkungan sekitarnya. Setelah berhasil membawa kabur motor, mereka lantas bertemu dengan penadahnya di derah Kali Manjing, Ampelgading.  “Motor yang dicuri itu lantas dibayar Rp 1,8 juta. Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini sudah lima kali melakukan pencurian di wilayah Gadang dan sekitarnya. Rata-rata para tersangka juga residivis dalam kasus yang sama,” papar dia. Selang mengungkap komplotan itu, tim khusus ungkap curanmor itu juga menangkap Tamyis dan Erwan di rumahnya masing-masing. Informasi yang didapat, khusus Erwan dan Mat masih bersaudara kandung.
Tamyis dan Erwan diketahui mencuri motor Yamaha Mio warna biru di tepi Jalan Muharto Timur Malang, bulan Juli lalu. Masih menurut mantan Kasatreskrim Polres Batu itu, modus yang dilakukan kedua tersangka juga sama dengan komplotan yang pertama. “Kedua tersangka punya teman asal Ampelgading yang sekarang jga diburu. Mereka naik satu motor berboncengan tiga motor dan beraksi di kota Malang. Keduanya juga menjual motor curian seharga Rp 1,6 juta ke penadah dan tempat transaksi yang sama,” tutupnya. (mar)