Korban Hipnotis Bertambah

KEPANJEN-Tertangkapnya SS, 54 tahun, pelaku hipnotis yang diduga PNS golongan 3D dan menjabat sebagai Kasi Disperindag Kota Kediri, tidak menyurutkan petugas Polres Malang dalam mengembangkan proses penyidikan aksi pelaku.
 Tersangka yang diduga menjadi pelaku antar daerah itu, masih terus dilakukan pemeriksaan guna pengembangan ke pelaku lain selain tersangka yang kini mendekam di rutan Mapolres Malang, termasuk para korbannya.
“Untuk proses penyidikan, terhadap pelaku masih terus dilakukan pemeriksaan. Termasuk, kemungkinan mengarah ke pelaku-pelaku lain selain tersangka. Dasarnya, korban dari aksi ini tidak hanya satu orang,” kata Kabag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Selain terhadap pelaku, tambah mantan Kanitreskrim Polsek Tirtoyudo itu, pemeriksaan juga diarahkan kepada korban dari aksi-aksi pelaku. Siapa-siapa korbannya selain Kades Sengguruh Kecamatan Kepanjen, Hery Purnomo, penyidik masih terus melakukan pengembangan. Bahkan, akan memintakan visum terhadap korban lain dari aksi ini.
“Selain pengembangan ke pelaku, korban dari aksi ini juga masih terus diminta untuk melapor. Sehingga, dugaan awal yang menyebutkan korban dari aksi ini cukup banyak, bisa segera terurai,” imbuhnya.
Diperoleh informasi, selain Hery yang sudah mengadukan kejadian ke Polres Malang, seorang anggota diinformasikan pada siang kemarin juga melaporkan aksi sama dengan pelaku SS. Sebelumnya, juga ada empat anggota Polres Malang yang juga menjadi korbannya. Untuk memastikan itu, terhadap korban juga diantarkan minta visum. Masalahnya, dalam perkara ini korban dari aksi pelaku rata-rata mengalami kerugian pada luka.
“Korban dari aksi ini bukan materi. Namun, lebih kepada melukai diri sendiri,” ungkapnya.
Sebagaimana diberitakan, tersangka ditangkap petugas setelah melakukan hipnotis dengan berpura-pura sebagai pejabat tinggi. Melalui aksinya via telepon itu, pelaku mengarahkan korbannya untuk melakukan ritual. Pelaksanaan sendiri, lebih kepada melukai diri sendiri. Baik memecahkan botol ke bagian anggota tubuh hingga mengguling-gulingkan badan di atas pecahan botol. (sit/aim)