Jebak Joki FK UMM, Selamatkan Rp 390 Juta

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menjebak tiga calo masuk Fakultas Kedokteran (FK). Mereka adalah Taufani Chandra Sukma (22th), warga Jalan Puri Kartika Asri H7 02/09 Kota Malang, Agus Sugiono, warga Jalan Ki Ageng Gribig 1 RT 004/003 Madyopuro Kedungkandang Malang, dan Amri Septiono, (23th) warga Jalan Serayu 50 RT 005/006 Kelurahan Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik.
Ketiganya diamankan oleh satuan intel Polres Malang dan Jajaran Polsek Karangploso Kabupaten Malang, setelah mengamankan barang bukti berupa surat perjanjian transfer dana oleh korban, Basri Latuconsina yang perjanjiannya dilaksanakan di My Kopi O, MX Mall.
Peristiwa penangkapan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Rombongan pejabat UMM meluncur ke MX Mall Jalan Veteran. Disana rupanya sudah ada Basri Latuconsina, korban penipuan masuk FK yang sudah direncanakan untuk bertemu dengan ketiga calo tersebut. Selain Basri, sejumlah intel juga disiagakan dengan duduk santai di My Kopi O yang ada di MX Mall. Sementara rombongan pejabat rektorat UMM, menyebar di sekitar mall.
Sekitar 20 menit pertemuan berlangsung, polisi berhasil menangkap tangan ketiga calo yang terbukti melakukan penipuan terhadap Basri Latuconsina dengan menawarkan kemudahan masuk FK UMM. Aparat menggelandang pelaku di sepanjang mall dan mengundang perhatian pengunjung yang kaget dengan penangkapan tersebut. ’’Kami merencanakan penangkapan ini tadi malam (Senin malam, Red.), setelah berkoordinasi dengan kepolisian, maka skenario penangkapan pun dilakukan,’’ ungkap Kepala Humas UMM, Nasrullah M.Si kepada Malang Post.
Rencana penjebakan ini, awalnya dilakukan setelah pihak kampus menerima laporan dari Basri Latuconsina, yang mendapatkan tawaran dari Agus yang mengaku orang dalam UMM.
Tawarannya adalah terdapat satu kursi masuk FK UMM yang bisa dibeli dengan harga Rp 390 juta. Padahal pada pendaftaran gelombang 3 UMM, sudah tidak ada lagi kursi untuk pendaftar FK UMM.
’’Pendaftaran FK sudah ditutup pada gelombang tiga ini. Tapi pelaku menjanjikan satu kursi lewat jalur belakang dengan syarat membayar Rp 390 juta,’’ kata dia.
Beberapa karyawan UMM yang ikut serta dalam penangkapan terlihat emosi, dengan sesekali memukul pelaku yang diapit oleh aparat. ’’Kalian mempermalukan UMM,’’ teriak mereka emosi.
Ketiga pelaku pun segera diamankan kedalam kendaraan untuk dibawa ke Polsek Karangploso. Sementara Basri Latuconsina yang juga terlihat geram menuturkan, saat di dalam cafe, ia sudah menandatangani surat perjanjian yang menyatakan kesediaan membayar Rp 390 juta untuk bisa masuk FK UMM.
Saat itulah petugas langsung mengamankan surat perjanjian tersebut sebagai barang buktinya. ’’Uang tanda jadi Rp 2,5 juta sudah saya transfer kepada mereka, dan perjanjian ini dilakukan untuk transfer berikutnya,’’ kata dia.
Pria asal Surabaya ini mengakui, anaknya ingin masuk ke FK UMM. Namun informasi awal yang ia tahu, pendaftaran sudah ditutup. Saat itulah ia mendapatkan telpon dari orang yang mengaku orang dalam kampus, ada satu kursi melalui jalur belakang jika ingin masuk FK UMM.
’’Saya menelpon humas UMM dan ternyata tawaran itu memang bohong. Saat itulah saya diajak untuk menggiring mereka ke Malang,’’ bebernya. (oci/avi)