Dua Imigran China Diamankan

Kantor Imigrasi Kelas I Malang, mengamankan dua imigran dari China. Informasi yang dihimpun Malang Post, mereka diamankan petugas dari Kabupaten Lumajang. Dua imigran itu, tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian sebagai bukti resmi masuk ke Indonesia.
Dua imigran itu bernama Zeng Tu dan Lao Chun Lei, berasal dari Provinsi Fujian China. Mereka diketahui sudah lama membuka tambang pasir besi di kawasan Kecamatan Pasirian Lumajang. Lokasi tambang dua orang ini, berada di bibir pantai pantai selatan, kawasan itu didominasi pasir berwarna hitam.
‘’Salah satunya adalah direktur utama, dan sudah beberapa kali mengirim pasir besinya ke China,’’ ungkap Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Malang, Romi Yudianto.
Informasi mengenai aktifitas kedua orang itu, dilaporkan masyarakat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang. Laporan juga ditembuskan ke Direktur Jenderal Imigrasi serta Kanwil Keimigrasian. Kemudian ditindaklanjuti petugas dengan terjun langsung ke lokasi penambangan.
‘’Hari Kamis (22/8) diamankan di di Lumajang. Malamnya langsung dibawa ke kantor Imigrasi Malang karena tidak bisa menunjukkan dokumen,’’ imbuh Romi.
Sesuai pengakuan keduanya, dokumen mereka dibawa oleh sponsor dari Jakarta. Mereka memang masuk ke Indonesia dari Jakarta, kemudian bergerak ke Lumajang. Selama di Lumajang, keduanya sudah dikontrakkan rumah. ‘’Kalau urusan tambang adalah urusan pemerintah. Kalau imigrasi menyangkut persoalan dokumen,’’ katanya.
Selama ini, Zeng Tu dan Lao Chun Lei  belum pernah melapor ke kantor imigrasi. Dalam pengakuan, mereka mengantongi visa kunjungan, tapi juga belum bisa dibuktikan. Dua orang itu terancam di deportasi ke negaranya dan diajukan ke pengadilan.
‘’Ancaman ringannya deportasi. Yang berat bisa diajukan ke pengadilan dengan tuduhan pelanggaran imigrasi,’’ terangnya.
Yang dikenakan kepada keduanya UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Yakni pasal 71 dengan masa kurungan tiga bulan. Serta pasal  122 tentang penyalahgunaan izin tinggal. ‘’Sementara kita amankan di kantor imigrasi, sampai pemeriksaan lebih lanjut,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I, Ali Yamang Hasan menyatakan, pemeriksaan dilanjutkan Senin ((26/8) mendatang. Pihak, imigrasi juga sudah menyiapkan penerjemah untuk keduanya.
‘’Senin kita pastikan nanti posisi keduanya, kalau saat ini hanya sebatas kita amankan,’’ ujar Ali Yamang.
Pantauan Malang Post, di sel Imigrasi di Jalan Panji Suroso no 4 itu, keduanya lebih banyak tidur. Salah satu dari imigran itu mengaku bisa berbahasa Indonesia, meski sedikit.
Dia mengaku diamankan dari Lumajang. Tapi begitu dikorek lebih jauh mengenai nama perusahaan, mereka langsung bungkam. (ary/avi)