Semalam,Tiga Motor Raib

Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Malang. Buktinya, tiga sepeda motor di rumah kos Jalan Serayu 41 A RW 2 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing, raib digondol maling Kamis (23/8) malam lalu. Diperkirakan pelaku menjalankan operasinya secara berkelompok.
Rumah kos di Jalan Serayu tersebut memiliki 11 kamar tidur. Kamar-kamar itu, kendati dalam satu pagar, namun terpisah dalam dua blok. Blok pertama lima kamar dan blok kedua enam kamar. Parkiran sepeda motor berada pada blok pertama, persis di depan kamar penghuni.
Di parkiran itu terdapat lebih dari lima sepeda motor. Namun pelaku hanya mengincar sepeda merek Suzuki dan dua sepeda motor Honda. Aksi mereka diperkirakan dilakukan pada pukul 23.00. Namun penghuni kos baru mengketahui pada Jumat dinihari ketika keluar kamar.
”Baru sadar pukul 2 malam, pagar sudah dalam kondisi terbuka, tidak ada perusakan kunci gembok,” ujar Philipus Suparnadi (72 tahun) salah satu penghuni kos.
Kata dia, kawasan Serayu tergolong cukup sering terjadi aksi kriminalitas. Pernah juga terjadi di kawasan itu penjambretan dengan korban ibu rumah tangga. Pencurian sepeda motor juga pernah juga menimpa warga.
”Pencurian tiga sepeda motor ini sudah dilaporkan ke Mapolsek Blimbing,” ujar dia.
Kanit Reskrim Polsek Blimbing, Ipda I Gusti A Ananta membenarkan pencurian tersebut. Kata dia, persoalan tersebut ditangani secara serius oleh Piha Kepolisian. Mereka tengah mengembangkan penyelidikan untuk mengejar para pelaku.’’Sudah kita tangani dan masih dalam pengembangan,” tegas Gusti sapaan akrabnya.
Seperti diberitakan Malang Post,  Polres Malang Kota terakhir menggulung sindikat curanmor pada awal Bulan Juli 2013 lalu. Aparat Satreskrim Polres Malang Kota bertindak tegas terhadap aksi-aksi curanmor yang terjadi di Malang. Tiga anggota sindikat curanmor antarkota yang beraksi di 31 TKP Kota Malang digulung.
Satu dari tiga pelakunya terpaksa ditembak karena berusaha melawan untuk melarikan diri. Yakni Duri Effendi alias Fendi 34 tahun, warga Bonpat, Desa Sidorenggo, Ampelgading. Pria yang juga memiliki tempat tinggal di kampung Batulenger Barat, Desa Bire Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang itu merupakan residivis kasus curanmor yang baru keluar dari LP Lowokwaru, Januari 2013 lalu.(ary/nug)