Rosyid Dituntut 15 Tahun Penjara

KEPANJEN – Ainur Rosyid, 22 tahun, langsung tertunduk lemas ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Mulikah dan Priyo Hariono, membacakan tuntutan. Warga Dusun Klagen, Desa/Kecamatan Tajinan, yang menjadi terdakwa pembunuhan terhadap Parto, 29 tahun, warga Desa Dadapan, Wajak ini dituntut kurungan penjara selama 15 tahun.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta-fakta di persidangan, serta hal yang memberatkan yaitu meninggalkan luka untuk keluarga korban, terdakwa kami tuntut 15 tahun kurungan penjara. Itu sesuai dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” ungkap Priyo Hariono.
Mendengar tuntutan yang dibacakan oleh JPU dalam persidangan yang diketuai Majelis Hakim Bayu Isdianto, terdakwa Ainur Rosyid mengaku keberatan dengan tuntutan itu. “Saya sangat keberatan. Saya menyesal dengan perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” tutur Ainur Rosyid.
Hal yang sama juga dikatakan Bambang Suherwono, SH, pengacara terdakwa. Usai persidangan dia mengatakan kalau pihaknya keberatan, dan segera akan mengajukan pledoi atas tuntutan itu.
Sementara itu, sama dengan sidang sebelumnya. Sidang dengan agenda tuntutan kemarin juga mendapat pengamanan ketat dari puluhan personil Polres Malang. Pasalnya, puluhan warga Desa Dadapan Wajak, yang menjadi pendukung sekaligus teman korban pembunuhan kembali hadir di persidangan.
Sekedar diketahui, kasus pembunuhan yang menewaskan Parto ini, terjadi pada 19 April 2013 lalu sekitar pukul 22.00. Korban tewas terbunuh ketika melihat orkes dangdutan di Desa Sukoanyar, Wajak. Saat itu, terdakwa yang dalam kondisi mabuk berat tiba-tiba ngamuk yang kemudian menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban.(agp)