Bapak Anak Dibacok Tetangga Stres

MALANG – Bapak-anak warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Matsari, 50 tahun dan anaknya Muhammad Ali Said, 27 tahun, Minggu petang lalu bernasib malang. Keduanya menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Suto Wahono, 45 tahun, warga Dusun Sumberasin, Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Akibat penganiayaan itu, keduanya sempat dirawat di Puskesmas karena mengalami luka bacok di pelipis kanan, bahu, telapak tangan serta punggung. Sedangkan pelaku Suto Wahono sendiri, dilarikan ke RSSA Malang, setelah menjadi bulan-bulanan massa. Pelaku dihakimi karena warga geram melihat ulah pelaku.
“Untuk pelakunya sampai malam ini (kemarin malam, red) masih berada di rumah sakit. Nanti setelah sembuh dia akan kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, karena menurut penuturan keluarga dan saksi pelaku mengalami gangguan kejiwaan dan sering mengamuk,” ungkap Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fathoni.
Diperoleh keterangan, penganiayaan yang dialami bapak-anak tersebut terjadi pukul 18.00. Kisahnya, petang itu Muhammad Ali Said yang ikut orangtuanya bekerja di ladang Perhutani dan tinggal di rumah tetelan di Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan ini, berniat mandi di sungai. Untuk menuju ke sungai, dia melintas di depan rumah Suto Wahono, yang juga bekerja di ladang Perhutani dan memiliki rumah tinggal seperti korban.
Ketika melintas itu, tanpa sebab yang jelas pelaku melototi korban dan langsung melempar batu bata. Korban yang mengetahui kalau pelaku mengalami kejiwaan, membiarkannya. Namun pelaku yang tiba-tiba marah tanpa sebab, mengambil senjata bedok dan kapak yang kemudian menghampiri Ali.
Begitu dekat, pelaku langsung menyerang Ali. Matsari, ayah Ali yang mengetahui anaknya diserang, berniat menolong. Tetapi dia malah ikut diserang dan mengalami luka di telapak tangan, pelipis kanan dan punggung. Matsari yang kesakitan pun langsung berteriak.
Istrinya yang mendengar teriakan itu lalu keluar rumah dan melihat apa yang terjadi. Setelah melihat suami dan anaknya dianiaya pelaku, istri Matsari langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar lantas berdatangan dan berusaha menangkap pelaku.
“Karena saat akan ditangkap warga pelaku justru melawan, akhirnya warga yang emosi langsung melempari batu untuk melumpuhkannya. Begitu pelaku terjatuh, warga langsung mengeroyoknya. Untung saat itu, kami segera datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Kalau terlambat sedikit, mungkin kondisi pelaku sudah lain lagi,” terang mantan Kapolsek Pakisaji ini.(agp/aim)