Lima Orang Rampok SMPN 16

Polisi sepertinya sudah harus memuntahkan timah panasnya menghadapi aksi penjahat yang kian merajalela di kota Malang. Buktinya, Minggu (25/8) dini hari, lima orang menggunakan cadar merampok SMPN 16 yang berada di Jalan Teluk Pacitan Malang. Di sana, mereka membongkar brankas dan menyekap dua penjaga sekolah, Ahmad Effendi, 31 tahun dan Sugeng Hartono, 34 tahun. Kapolsekta Blimbing, AKP Budi Adhy Buwono mengaku kasus ini masih dalam penyelidikan intensif anggotanya. Menurut laporan yang masuk ke pihaknya, para pelaku hanya berhasil membawa uang sekitar Rp 2 jutaan dari brankas tersebut.
Informasi yang dihimpun, pelaku diduga masuk ke dalam sekolah setelah memanjat dinding belakang sekolah. Sambil membawa golok, mereka lantas menyekap Ahmad dan Sugeng yang berada di ruang tamu sekolah. Keduanya tidak berani melawan karena diancam akan dibunuh. Usai melumpuhkan kedua penjaga, para perampok yang rata-rata bertubuh sedang ini masuk ke ruang kepala sekolah dan membongkar brankas dengan menggunakan linggis. ”Brankas itu tidak ada isinya karena sudah lama tidak digunakan. Bahkan rencananya juga akan dibuang,” papar Humas SMPN 16, Syamsiyah Wahyuningsih.
Tidak mendapatkan barang berharga, kelimanya kemudian membongkar beberapa ruangan lain dan menemuan uang Rp 2 juta di salah satu laci ruang guru. Selain itu, uang Rp 150.000 yang didapat dari kantin sekolah. Selanjutnya, kelimanya pun pergi lewat jalan semula. Dua penjaga yang berhasil lolos dari ikatan ini kemudian melaporkan peristiwa itu ke beberapa guru dan Mapolsekta Blimbing. Sementara itu, aksi jambret juga masih meresahkan. Usai kejadian perampokan di SMPN 16, dua penjambret juga memperdayai Nunuk Widiati, 41 tahun, warga Jalan Binor III Malang. Barang berharganya diambil paksa saat dia melaju dengan motor Yamaha Mio di jembatan Embong Brantas, pukul 05.30.
Ditemui wartawan di rumahnya, dia mengaku mendapat panggilan merias pengantin di daerah Gadang. Dia berangkat dengan mengendarai motornya. Perlengkapan merias ditaruh di bagian tengah kendaraan sedangkan tasnya yang berisi BlackBerry, domper dan uang Rp 200.000 disandangnya di bahu. “Saat berada di jembatan Embong Brantas itu, saya dikuntit dua orang. Begitu dekat, tas saya ditarik sampai saya terjatuh dari motor,” terangnya. Beberapa pengguna jalan yang lewat kemudian menolongnya dan membawa korban melapor ke Mapolres Malang Kota. (mar)