Nomor Urut, Petugas Diperiksa

MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum bertindak tegas menyelesaikan permasalahan jual beli nomor polisi (nopol) cantik yang dikeluhkan Yuanita, anggota Satpol PP Kota Malang. Kemarin, dia mengaku sudah menarik anggota yang ‘bermain-main’ ataupun yang diduga tersangkut dalam masalah tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. “Sudah kita tarik dan kita proses. Tapi kita masih periksa sejauh mana pelanggarannya,” ungkapnya. Mantan Kapolres Trenggalek ini juga menegaskan, tidak ada nopol cantik yang bisa diperjualbelikan. Sejak menjadi orang nomor satu di Polres Malang Kota, dia sudah memerintahkan kepada petugas yang terlibat dalam pengurusan surat-surat kendaraan bermotor untuk melakukan penomoran secara urut.
“Agar tidak ada yang dibeda-bedakan. Jadi tidak ada nomor polisi yang bisa diatur. Kalaupun ada, itu hanya coba-coba dan pasti tidak bisa,” paparnya. Masalah dugaan penarikan biaya pun, diakuinya juga sudah diselesaikan. Seperti diberitakan sebelumnya, Yuanita  mengeluhkan ada indikasi jual beli nomor cantik yang dilakukan oknum anggota Samsat Malang Kota. Saat dia membayar pajak lima tahunan, nopol motornya N 5000 AQ diganti dengan N 4201 BK. Yang mengagetkan, dia diminta untuk membayar biaya hingga Rp 1 juta bila menginginkan nopol itu kembali. (mar)