Izin Habis, Didenda Rp 1 Juta

MALANG - PT. BestProfit Futures (BPF) Jalan Letjen Sutoyo Malang didenda Rp 1 juta dalam sidang tipiring yang dilakukan di aula sidang kantor Satpol PP Kota Malang, kemarin pagi. Perusahaan pialang berjangka komoditi ini dinyatakan bersalah karena masa berlaku surat izin tempat usaha (SITU) dan HO sudah habis sejak 8 Juli lalu. Sidang yang sempat didatangi oleh beberapa nasabah BPF ini, hanya berlangsung lima menit. Dalam sidang itu pula, tiga kuasa hukum BPF hadir bersama-sama, mulai Yudo Priambodo SH, Djoko Trijahjana, SE, SH dan Dwi Wimbo SH.
Kepada Malang Post, Yudo mengaku bila kliennya sebenarnya sudah mengurus perpanjangan surat izin pendukung tersebut. “Namun tidak diproses oleh perijinan dengan alasan klien kami masih ada masalah dengan nasabah. Kami punya bukti kalau izin sudah kami urus ke perijinan,” terangnya singkat. Sebelumnya, Djoko pun menerangkan bila BPF sudah mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin nomor 10/PT.BPF/D/VI/2013 sebelum masa berlaku izin tersebut habis. “Kami berusaha tidak melakukan pelanggaran dalam izin,” katanya.
Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T), Suharyono mengatakan bila belum ada berkas tempat izin usaha yang diajukan oleh BPF. “Sampai hari ini (kemarin), belum ada. Syarat untuk mendapat izin ini harus ada persetujuan dari izin tetangga,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko, SH, MM, M,Hum mengaku bila pihaknya salut kepada BP2T yang tidak memberikan izin kepada BPF sebelum syarat-syarat itu dipenuhi. “Kami akan kawal terus bersama nasabah agar BP2T tidak memberikan izin sebelum BPF menyelesaikan masalahnya dengan kami,” tegas dia. (van/mar)