Lagi, Lagi dan Lagi, Indomaret Dirampok

Ritel Indomaret, tampaknya benar-benar menjadi primadona perampok. Baru Kamis (29/8) lalu, dua Indomaret di dua lokasi berbeda disatroni, Jumat (30/8) kemarin, kembali dua Indomaret jadi korban.
Kali ini, Indomaret yang jadi sasaran ada di Desa Ngijo, Karangploso. Plus Indomaret Jalan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis. Kejadian, hampir di waktu yang bersamaan. Dini hari. Kawanan perampok itu, juga sama-sama menggunakan motor matic. Termasuk sama-sama melengkapi diri dengan senjata api.   
Seperti di Karangploso, kejadian sekitar 04.00 WIB. Tiga orang berboncengan menggunakan Yamaha Mio. Mereka berhenti di depan Indomaret. Salah seorang masuk ke toko untuk membeli rokok. Saat itu, Indomaret dijaga Hendrik Silalahi, warga Singosari Kabupaten Malang dan Budi Irawan warga Blimbing Kota Malang.
‘’Ketika saya berbalik usai mengambil rokok di etalase, tiba-tiba ditodong dengan pistol,’’ ujar Hendrik kepada Malang Post kemarin. Dia pun memaksa Hendrik menunjukkan brankas. Sementara pelaku lainnya, melumpuhkan Budi Irawan. Sisanya, mengawasi kondisi dari luar.
Saat ditodong itu, Hendrik sempat berkelit, menolak menunjukkan brankas. ‘’Lalu rampok itu marah. Dia menembakan pistol ke kaca, tanda tidak main-main,’’ terangnya.
Di brankas, hanya ada uang tunai Rp 1 juta. Perampok itu tidak puas, dia juga mengambil BlackBerry milik Budi Irawan, yang sedang di-charger di atas meja kasir. ‘’Mereka tidak sempat mengambil uang di dalam mesin kasir,’’ terangnya. Kejadian itu, hanya berlangsung 10 menit.
Hal yang sama terjadi di Indomaret Pakis. Jumlah pelaku juga tiga orang dan menggunakan motor matic. Namun kali ini, perampok berhasil membawa uang tunai senilai Rp 10, 970 juta dari brangkas. Sedianya uang itu akan disetor Jumat siang.
Dua karyawan, M Nurul Huda, Asisten Kepala Toko dan Ahmad Yusron, Pramuniaga Indomaret, menjadi sasaran penganiayaan. Sama seperti di Karangploso, perampok juga menembakkan senjata, untuk menakut-nakuti.
‘’Awalnya dua karyawan saya mengira, senjata yang dibawa masing-masing pelaku adalah senjata betulan. Mengingat, saat itu sempat ditembakkan ke jam dinding dan pecah. Setelah kejadian dan dicek, ternyata adalah peluru seperti gotri,’’ kata Kepala Toko Indomaret, Hasni.
Beruntung semua kejadian yang berlangsung pada 03.47 WIB itu, berhasil direkam CCTV. Karenanya, bagaimana aksi pelaku berhasil terekam dengan baik. Termasuk, dua unit motor matic yang dipakai sebagai sarana.
‘’Matic yang digunakan warna hitam dan satu kendaraan lain ada ciri warna merahnya. Nopol sendiri hanya satu kendaraan yang berhasil diketahui,’’ tambahnya.
Jika melihat aksi, cara dan alat yang dipakai, termasuk jumlah pelaku, ada kemungkinan pelaku yang beraksi, juga pelaku perampokkan di Karangploso.
Ahmad Yusro, pramuniaga Indomaret menyebut, logat pelaku tidak sama dengan gaya bahasa masyarakat Malang. ‘’Kalau bahasanya, ada seorang pelaku yang sedikit beda. Ada bahasa alusnya, yang digunakan pelaku,’’ ujarnya di ruang penyidikan Mapolsek Pakis.
Kapolsek Pakis, AKP Hery Purwanto, mengaku masih melakukan pengembangan terkait kejadian itu. Dari pemeriksaan sementara, pelaku tidak menggunakan senjata api. Namun, sejenis senjata mainan (airsoft gun), guna menakut-nakuti korbannya. ‘’Sementara masih dikembangkan,’’ ungkapnya.
Sedang Kapolsek arangploso, AKP Sugeng Hardiyanto menduga, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga sama dengan aksi yang dilakukan di Indomaret Pakis, Indomaret Sengkaling dan Indomaret S Supriyadi. ‘’Hasil olah TKP sementara, kami duga kawanan pelakunya sama yang beraksi di lokasi tiga Indomaret sebelumnya,’’ ujar Kapolsek. (agp/sit/avi)