Terekam CCTV Tapi Masih Kesulitan Bukti

Hingga Jumat (30/8) kemarin, sudah tujuh Indomaret di tempat berbeda, dirampok. Namun polisi masih tetap kesulitan menangkap pelaku. Sekalipun dari beberapa aksi tersebut, terekam CCTV.
Dari ‘skuel’ perampokkan sejak 2 Juli lalu di Indomaret Jalan Bungur, hingga di Indomaret Ngijo, Jumat (30/8) lalu, tetap saja buntu. Hasil rekaman kamera pengawas, tampaknya masih sulit dipakai mengungkap kasus yang meresahkan tersebut.
Bahkan dalam perampokkan Indomaret Mangliawan, nomor polisi motor yang dipakai, terekam. Yakni N 6035 xx. Dua digit terakhir, tidak terbaca. Tapi polisi, tetap mengaku kesulitan mengidentifikasi. Apalagi jika nopol itu palsu.
‘’Untuk sementara, anggota masih melakukan pengembangan di lapangan. Mengenai kendaraan pelaku atau pun nomor kendaraan yang berhasil diketahui, masih kesulitan dikembangkan,’’ kata Kapolsek Pakis, AKP Hery Purwanto, kemarin.
Termasuk dari tiga pelaku yang menggunakan pistol mainan (airsoft gun), juga belum terdeteksi. Kondisi itu membuat polisi, harus kerja keras.
Namun AKP Hery melihat, apa yang dilakukan kawanan tersebut, boleh dibilang sudah profesional. Alias bukan pemain baru. ‘’Seperti membawa airsoft gun, itu sudah menandakan beda. Belum lagi, waktu perampokannya yang relatif singkat,’’ ungkapnya.
Kapolsek Karangploso, AKP Sugeng Hardiyanto, juga mengaku kesulitan mengidentifikasi perampok, yang menyatroni Indomaret Ngijo. Apalagi di retail tersebut, CCTV dalam kondisi mati.
‘’Saat kami melakukan olah TKP, tidak ada satu barangpun milik para pelaku yang tertinggal. Karena menurut kedua saksi, kejadiannya memang sangat cepat,’’ ujar AKP Sugeng Hardiyanto. Polisi, hanya bisa mengandalkan keterangan dua saksi kunci. Hendrik Silalahi dan Budi Irawan, yang melihat kejadian.
Disinggung peluru yang dipakai pelaku, Kapolsek juga mengaku tak bisa menjadikan peluru itu sebagai bukti pendukung. Alasannya, peluru itu sekadar pelor senapan angina, yang bisa didapat dimana-mana.
Tapi dia mengakui kemungkinan pelaku beraksi di tempat lain. Hal itu terlihat dari modus operandi, kendaraan yang dipakai, logat pelaku dan senjata yang digunakan.
‘’Saat menjalankan aksinya, pelaku terlihat terbur-buru. Entah itu mereka pemula atau profesional, kami masih belum bisa menyimpulkan,’’ tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua Indomaret, Jumat (30/8) dini hari kemarin dirampok. Indomaret yang jadi sasaran ada di Desa Ngijo, Karangploso. Plus Indomaret Jalan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis. Kejadian, hampir di waktu yang bersamaan. Dini hari. Kawanan perampok itu, juga sama-sama menggunakan motor matic. Termasuk sama-sama melengkapi diri dengan senjata api, yang belakangan diketahui sebagai airsoft gun.
Terpisah, Kepala Indomaret Mangliawan, Hasni, dikonfirmasi terpisah menjelaskan, aksi perampokkan itu, tidak mengurangi jam transaksi dari minimarketnya. Tetap akan buka 24 jam. Hanya saja, untuk petugas jaga malamnya, akan lebih ditambah.
‘’Tetap buka 24 jam. Masalahnya, layanan yang dilakukan juga untuk memudahkan transaksi ATM. Hanya saja, untuk mengantisipasi hal serupa, uang hasil transaksi akan langsung disetorkan. Serta ada tambahan petugas jaga malam,’’ kata Hasni.
Ditambahkannya, petugas jaga sendiri, nantinya selain membantu pramuniaga, juga diberikan tugas tambahan di luar minimarket. Diantaranya, seperti mengecek halaman depan seraya mengecek kondisi sekitar. (agp/big/sit/avi)