Pemuda Tajinan Tusuk ABG Pakisaji

Pernah mendekam di LP Lowokwaru karena kasus penganiayaan, ternyata belum membuat Kusaini, 18 tahun, ini kapok. Faktanya, dini hari kemarin warga Desa Jambearjo, Tajinan ini, kembali berurusan dengan polisi. Dia ditahan di Mapolsek Pakisaji, karena kasus yang sama.
Dia dijebloskan ke dalam tahanan karena melakukan penusukan terhadap Muhammad Misbahudin, 18 tahun, warga Desa Karangduren, Pakisaji. Korban ditusuk dua kali di bagian punggungnya dengan menggunakan sangkur. Beruntung meski luka tusukan cukup dalam, tetapi tidak sampai membahayakan nyawanya.
“Sebelum kami amankan, tersangka Kusaini ini ditangkap oleh warga sesaat melakukan penusukan. Sedangkan dua orang temannya yang ikut melakukan penganiayaan, berhasil kabur. Namun identitas mereka sudah kami kantongi,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari. Peristiwa penusukan itu, terjadi di Jalan Raya Dusun Cerme, Desa Karangduren, Pakisaji, sekitar pukul 02.00. Ketika itu, Kusaini bersama dua temannya dalam keadaan mabuk naik sepeda motor Honda Beat berboncengan tiga. Mereka baru saja melihat acara kuda lumping di Desa Karangduren.
Ketika perjalanan naik motor ini, mereka tidak terima ketika motornya disalip oleh korban. Ketiganya lantas mengejar dan kemudian menghadang motor yang dikendarai Misbahudin. Begitu berhenti, kedua teman Kusaini yang kabur langsung memukul. Sementara tersangka sendiri, mengeluarkan sangkur dan menusukkan ke punggung korban sebanyak dua kali. Korban yang merasa kesakitan, lantas berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar lalu berdatangan untuk menolong korban dengan melarikan ke Puskesmas Pakisaji.
Sebagian lainnya langsung menangkap Kusaini yang kemudian diserahkan ke Polsek Pakisaji.
“Saya melakukan penusukan itu karena terpengaruh minuman keras. Senjata tajam itu memang sengaja saya bawa dari rumah untuk berjaga-jaga,” kata tersangka Kusaini. Akibat perbuatannya itu, Kusaini dijerat dengan pasal 170 KUHP sub Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang pengeroyokan dan kedapatan membawa senjata tajam. (agp/mar)