Asyik Main Disungai, Siswa SD Tenggelam

EVAKUASI : Petugas SAR PMI Kabupaten Malang ketika mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan di dasar sungai.

KEPANJEN – Warga sekitar aliran Sungai Molek, Dusun Ketapang Tengah, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, siang kemarin gempar. Reaksi itu dipicu karena tenggelamnya seorang bocah kelas II SD, saat mandi bersama teman-temannya.
Setelah tiga jam dilakukan pencarian, tubuh Muhammad Faiz Nabil Alam, 9 tahun ini akhirnya berhasil ditemukan. Jasadnya ditemukan sekitar 30 meter dari lokasinya tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Blobo, RT 02 RW 01, Desa Sukoraharjo, Kepanjen yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.
“Jenazah korban tidak dibawa ke kamar jenazah. Kami hanya memintakan visum luar di Puskesmas. Selain tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan di tubuhnya, keluarga juga telah menerima kematiannya,” ungkap Kapolsek Kepanjen Kompol Suyoto.
Peristiwa tragis tersebut, terjadi sekitar pukul 11.20. Siang itu, sepulang dari sekolah di SDN 1 Sukoraharjo, anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Subandi – Markum ini, pulang terlebih dahulu ke rumahnya. Setelah ganti baju, dia lalu berpamitan pergi ke rumah temannya di Ketapang.
“Katanya mau ke rumah temannya yang dipanggil Duwan (Ridwan, red),” ujar salah satu teman mengaji korban.
Setiba di tempat temannya, korban kemudian diajak main ke sungai bersama tiga teman lainnya. Begitu di sungai, Faiz panggilan akrab korban ini langsung melepas baju yang kemudian mencebur ke sungai. Karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam dan hanyut.
Mengetahui korban tenggelam, ketiga temannya langsung memberitahukan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen dan SAR PMI Kabupaten Malang. “Sungai ini sangat dalam mas. Dan kejadian orang tenggelam tidak hanya sekali ini, tetapi sudah sering kali,” tutur Agus warga sekitar.
Dibantu dengan warga, petugas kemudian melakukan pencarian. Untuk memudahkan pencarian, air sungai disurutkan. Kemudian dengan menggunakan alat selam petugas mencari dengan menyisir. Hasilnya pukul 14.30, tubuh korban berhasil diketemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di dasar sungai.
Keluarga korban yang menerima kedatangan jenazah, langsung shock. Markum, ibunya menangis histeris dan beberapa kali pingsan. Mereka tidak mengira kalau akan kehilangan anaknya. Setelah dimandikan dan salati, sore kemarin jenazahnya akan langsung dimakamkan di TPU setempat.(agp/aim)