Cicipi Mie Instan, Warga Gunungjati Tewas

JABUNG - Sutik Arianti (36 tahun) buruh tani asal RT 19 RW 06 Dusun Krajan Desa Gunungjati Kecamatan Jabung, meninggal dunia  yang diduga akibat mie instant kadaluarsa racikannya sendiri. Korban diduga keracunan mie yang sedianya dibuat untuk suaminya, Yanto (41 tahun). Sesaat setelah mencicipi mie instant itu, Sutik justru mengeluh perutnya mual, kemudian disertai muntah.
Kejadian nahas tersebut terjadi Senin (2/9) malam, sekitar pukul 23.00, saat Yanto meminta mie goreng. Sutik bergegas membuat mie, sang suami menunggu sembari menyuci sepeda motor di depan rumah. Usai mencuci sepeda, Yanto terkejut mendapati istrinya terkapar dalam kondisi nafas tersengal dengan mulut mengeluarkan busa.
Korban kemudian dibawa ke ke bidan desa akan tetapi tidak mampu menangani. Sekitar 23.30, Sutik kemudian dibawa keluarga ke Rumah Sakit Marsudi Waluyo Singosari. Sayangnya, petugas kesehatan disana menyatakan bahwa Sutik sudah kehilangan nyawa karena tak ada denyut nadi.
”Keluarga korban lapor polisi sekitar pukul 1 dinihari, ada riwayat kesehatan bahwa dia memiliki darah tinggi, tensinya mencapai 260,” ujar Kapolsek Jabung AKP Yatmo.
Akan tetapi, kata Yatmo, polisi belum memperoleh penyebab meninggalnya buruh tani itu. Sebab, pihak keluarga menolak jasad Sutik diotopsi guna keperluan penyidikan. Sehingga satu-satunya, bukti yang bisa diperiksa adalah bekas muntahan korban.
”Bukti yang tersisa akan kita bhawa ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa kandungannya,” imbuh dia.
Korban sendiri akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, kemarin. Sekitar pukul 11, perempuan nahas itu dikebumikan dengan diantar warga dan keluarga. Pihak keluarga sendiri juga enggan untuk dimintai keterangan oleh awak pers.
”Keluarga sudah ikhlas makanya juga tidak mau jasad korban di otopsi,” tegas Yatmo.
Menurut Yatmo, pihaknya saat ini hanya mengandalkan hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan. jika hasil itu sudah keluar, maka bisa dipastikan penyebab kematian korban. Entah itu lantaran meninggal tak wajar, atau tewas akibat mie instant merek mie S, yang kadaluarsa.
 “Jadi, keluarga sudah ikhlas menerima kondisi ini. Sedangkan untuk penyebab kematian korban, dari pihak rumah sakit menyatakan karena serangan darah tinggi,” tambah Kepala Desa Gunungjati, Rakub. (ary/big/aim)