Bakti Siap Sidang BPF

MALANG - Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (Bakti) siap menyidangkan gugatan nasabah PT. BestProfit Futures (BPF) bulan ini. Bahkan, tujuh dari puluhan nasabah yang dirugikan perusahaan pialang berjangka komoditi ini, sudah mendaftarkan gugatan tersebut ke Bakti, 2 September 2013 lalu. Dijelaskan kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko, SH, MM, M.Hum, sidang di Bakti ini akan dilakukan minggu ketiga bulan ini. “Tujuh nasabah ini yang sepakat menggunakan Bakti untuk penyelesaian masalah tersebut saat pertemuan antara Bappebti, BPF dan nasabah yang disaksikan Disperindag Kota Malang di Hotel Aria Gajayana, bulan Mei lalu,” tuturnya.
Menurut dia, rata-rata nilai gugatan dari para nasabah berkisar antara Rp 430 juta dan Rp 490 juta. Ketujuh nasabah tersebut, yakni Faisal Reza, Iim Sholihah, Siti Nurngaisah, Dia Herayu, Gunawan, Asri Rahayu Agustina dan Rold Bonan Reagen. “Mereka semua sudah mendapat tanda terima pendaftaran permohonan arbitrase (gugatan) dari sekretaris sidang Bakti, Mutiara,” ungkapnya. Direktur Network Patent Office (NPO) itu juga menyebutkan, setelah tujuh nasabah ini, beberapa nasabah lain juga akan mengikuti jejak tersebut dan bertahap mendaftarkan gugatan ini ke Bakti.
Diakuinya, proses sidang ini pun hampir sama dengan sidang yang digelar di pengadilan negeri. Yang berbeda hanyalah, dalam putusan nanti, tidak ada banding dari manapun. “Paling lama 180 hari, sudah harus ada putusan dari Bakti. Kami sendiri menyiapkan saksi-saksi yang nanti bakal memojokkan BPF dalam hal ini BPF Cabang Malang,” papar dia. Saksi-saksi tersebut, ungkapnya merupakan saksi dari saudara atau teman para nasabah yang dirugikan, hingga saksi ahli dari akademisi ataupun praktisi yang paham pengetahuan tentang perusahaan perdagangan berjangka komoditi ini. (mar)