Putusan Pembunuhan Wajak Dijaga Ketat

PEMBUNUHAN: Ainur Rosyid, pelaku pembunuhan divonis 14 tahun penjara dan (foto kanan) warga Desa Dadapan, Wajak yang hendak melihat sidang dijaga polisi.

KEPANJEN– Sidang pembunuhan dengan terdakwa Ainur Rosyid, kemarin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Sidang yang mendapat pengamanan ketat dari Polres Malang ini, agenda pembacaan putusan yang disampaikan Ketua Majelis Hakim, Bayu Isdianto, SH.
Dalam amar putusannya, terdakwa Rosyid, 22 tahun, warga Dusun Klagen, Desa/Kecamatan Tajinan ini divonis pidana kurungan penjara selama 14 tahun. Vonis tersebut, lebih ringan setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri  Mulikah dan Priyo Hariono, yang menuntut 15 tahun.
“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi serta bukti-bukti yang ada, menyatakan bahwa terdakwa Ainur Rosyid terbukti bersalah dengan melakukan tindak pidana pembunuhan. Dengan mempertimbangkan semuanya, terdakwa kami putus dengan 14 tahun kurungan penjara,” terang Bayu Isdianto.  Mendengar putusan itu, Rosyid langsung tertunduk lemas. Kemudian dia mengatakan untuk berpikir-pikir selama sepekan sebelum mengajukan banding. Bambang Suherwono, SH, kuasa hukum terdakwa mengatakan kalau dirinya akan melakukan banding. Karena Bambang beranggapan bahwa perkara kasus pembunuhan ini dipolitisir.
“Jelas akan banding. Karena yakin bahwa perkara ini dipolitisir, dengan massa yang terus datang saat persidangan. Itu justru membuat Hakim dan JPU takut. Sebab kalau klien saya ada niatan membunuh, pasti kenal dan sebelumnya ada masalah. Ini saja kenal tidak apalagi dendam,” tegas Bambang Suherwono. Seperti diketahui, kasus pembunuhan dengan terdakwa Ainur Rosid ini, terjadi 19 Apri 2013 di Desa Sukoanyar, Wajak ketika ada orkes dangdutan. Korbannya adalah Parto, 29 tahun, warga  Desa Dadapan, Wajak. Korban dihabisi oleh terdakwa dengan senjata jenis celurit. (agp/mar)