Gendam Kian Merajalela, Bawa Kabur Mobil

Pelaku gendam di Kota Malang, seakan tidak ada habisnya. Setelah beberapa waktu lalu, anggota Satreskrim Polres Malang Kota menangkap kelompok gendam asal Surabaya yang biasa beraksi di mall, aksi serupa kembali terjadi Jumat (6/9). Kali ini korbannya Irine Dwi, 23 tahun, warga Perumahan Bumi Palapa, Malang. Dia menjadi korban dua pelaku ketika sedang berkunjung ke Malang Town Square (Matos) sore itu. Pelaku berhasil membawa kabur mobil Honda Jazz, P 8899 HF, iPad, iPhone, BlackBerry, kalung emas, uang Rp 5 juta serta beberapa surat berharga termasuk ATM Bank BNI dan Mandiri.  Namun, mobil tersebut ditemukan ketika ditinggal pelakunya di daerah Blimbing.
Sayangnya, Irine, panggilan korban enggan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menurut penuturan Rizki Rahmad, 30 tahun, suaminya melalui telepon, istrinya ketika itu bertandang ke Matos sendirian. Saat berada di salah satu tenant, pundaknya ditepuk salah satu pelaku. “Saat menoleh, istri saya langsung disuruh melihat batu merah delima dan Al’Quran kecil. Seketika itu, dia langsung seperti orang linglung,” ungkapnya kepada wartawan. Menurut pengakuan istrinya, lanjut Rizki, satu pelaku bertubuh tinggi dan seorang lagi bertubuh pendek.
Keduanya langsung mengajak berbicara Irine dengan logat melayu. Mereka meminta ditunjukkan museum yang terdekat. “Yang pasti, setelah diajak bicara itu, barang-barang berharga diminta termasuk STNK mobil,” tegas dia. Irine, menurutnya baru sadar ketika 15 menit kemudian. Untungnya, saat sadar ini, dia bertemu dengan temannya dan menelpon Riski yang sedang berada di Bali untuk urusan bisnis. Usai memberitahukan hal ini dan melapor ke pihak keamanan Matos, dia lantas mengambil mobilnya yang sempat dibawa kabur pelaku dan ditinggal di daerah Blimbing. “Jalur kelistrikan mobil sudah kita matikan dari GPS yang terpasang di mobil. Kemungkinan karena kelistrikan mati, pelaku langsung meninggalkan mobil di sana,” paparnya.
Informasi yang didapat Malang Post, pelaku juga sempat menarik uang dari kedua ATM milik korban. Dari ATM Bank BNI, pelaku mengambil uang Rp 40 juta sedangkan dari ATM Bank Mandiri, pelaku menarik uang Rp 15 juta. Masih menurut Rizki, pelaku dengan ciri-ciri yang sama diduga melanjutkan aksinya di Tunjungan Plasa Surabaya. Informasi ini dia peroleh dari salah seorang temannya yang juga menjadi korban gendam. “Ini jadi peringatan untuk masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebab, beberapa hari lalu, ada teman di Malang juga menjadi korban gendam di Jalan Sulfat Malang. Sepeda motornya dibawa kabur,” terang laki-laki tersebut.
Sementara itu, Suwanto, Operational Manager Matos mengaku mengetahui peristiwa yang dialami Irine. Dia mendapatkan laporan pagi kemarin ketika jajaran manajemen Matos off kerja.
“Saya dapat info secara lisan pagi. Namun untuk secara tertulis, belum mengetahuinya, mungkin masih dalam proses setelah pelaporan selesai,” ujarnya.  Namun pihak Matos juga langsung bergerak begitu menerima informasi tersebut. Pria yang akrab dipanggil Wanto ini langsung mengkonfirmasi kejadian kepada bagian keamanan mall. Lebih lanjut, informasi yang diperoleh oleh karyawan Matos bahwa kejadian tidak dialami korban di Matos.
“Kejadiannya tidak di Matos karena bagian security yang bertugas juga telah mengecek ke bagian parkir. Tidak ada mobil dengan nomor polisi korban pada Jumat sore,” imbuh dia. Lebih lanjut menurutnya, bahwa setelah kejadian Irine menuju ke Matos untuk meminta bantuan salah satu kerabatnya yang memiliki stand dan menghubungi suaminya untuk memberitahukan peristiwa yang terjadi. Masih menurut dia, bila peristiwa gendam benar-benar terjadi di pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Veteran tersebut, manajemen Matos bakal berusaha membantu mengusut, melalu sistem keamanan yang ada. Sebab dia meyakini, untuk bisa mengeluarkan kendaraan dari Matos dibutuhkan STNK dan kartu parkir. Bila tidak ada salah satunya, harus mengajukan diri untuk mengeluarkan kendaraan. (ley/mar)