Hilang Lima Hari, Ditemukan Tewas di Sungai

Lima hari diketahui hilang dari rumah, Wahyudi, 18 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa kemarin siang. Warga Dusun Anggrungan, Desa Talangagung, Kepanjen ini, ditemukan tewas di Sungai Metro yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya.
Ketika ditemukan, kondisi korban yang diketahui mengalami depresi ini, sangat mengenaskan. Kondisi tubuhnya sudah mengeluarkan bau anyir. Karena pihak keluarga menerima kematiannya, usai dievakuasi jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka.
“Tidak ada bekas tanda penganiayaan di tubuh korban. Jenazahnya hanya kami mintakan visum luar di Puskesmas, karena pihak keluarga menerima kematiannya. Untuk kematiannya, diperkirakan karena jatuh terpeleset ke dalam sungai,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Diperoleh keterangan, sebelum ditemukan meninggal dunia, sekitar lima hari lalu korban yang protol SD ini, diketahui sempat melihat kuda lumping di depan rumahnya. Setelah itu, keluarganya sudah tidak mengetahuinya lagi. Terakhir, korban diketahui oleh Sunoto Hadi, tetangganya di sekitar jembatan metro.
Pihak keluarga yang bingun dengan hilangnya Wahyudi ini, sempat mencari kemana-mana namun tidak ketemu. “Ketika tidak pulang itu, keluarga sudah mencari tetapi tidak ketemu. Dicari di sekitar Sungai Metro saat itu juga tidak ada. Padahal sehari-harinya dia ini memang suka bermain ke sungai,” ujar Ponisri, paman korban.
Baru kemarin siang, saksi Agus, warga sekitar yang berniat buang hajat ke sungai, curiga dengan bau busuk yang menyengat. Ketika dicari sumber bau, ternyata diketahui mayat manusia. Karena tidak ingin dituduh macam-macam, saksi lalu memberitahukan kepada warga sekitar yang kemudian diteruskan dengan melapor ke petugas Polsek Kepanjen.(agp/aim)