Ditinggal Liburan, Rumah Diobok-Obok Pencuri

Rumah tanpa penghuni, kembali menjadi sasaran aksi pencurian. Kali ini, kawanan pencuri mengobok-obok rumah milik Ahmad Marzuki, 42 tahun di Jalan Selat Sunda VIII no delapan Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kemarin (8/9), yang ditinggal pergi penghuninya. Dari tempat tersebut, para pencuri menggondol uang tunai Rp 4 juta dan dua buah batu mulia.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total Rp 8 juta. Sedangkan pelaku diduga lebih dari satu orang. Menurut keterangan Ahmad Marzuki, saat kejadian berlangsung dirinya sedang pergi menjenguk ibunya yang sedang sakit. Sedangkan istrinya Rotul Fitria 41 tahun beserta tiga anaknya sedang liburan ke Selecta.“Kami semuanya pergi sekitar jam delapan pagi. Jadi, mulai pagi hingga siang hari, rumahnya memang kosong,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Ditambahkan, kejadian pencurian tersebut, diketahui sekitar pukul 14.30 wib. Saat itu dirinya pulang ke rumah, dan mendapati pintu ruang tamu sudah terbuka, sedangkan pagar depan masih tekunci.Diduga, pelaku masuk dengan melompati pagar. Kemudian mereka mencongkel pintu ruang tamu, dengan linggis hingga terbuka. “Pelaku mencongkel pintu depan hingga rusak. Setelah masuk ke dalam, kemudian mereka juga mencongkel pintu kamar saya,“ ucap pria yang mempunyai konveksi pakaian ini.
Dari dalam kamar itulah, pelaku kemudian membobol lemari dimana tersimpan uang tunai Rp 4 juta dan dua batu mulia senilai Rp 4 juta. Puas mendapatkan barang berharga, pelakupun ngacir begitu saja. Anehnya, pelaku tidak menggondol sejumlah barang berharga lainnya, seperti LCD, sepeda motor, dan laptop.“Alhamdulillah sepeda motor saya tidak diambil. Padahal kuncinya masih nyantol. Mungkin pelakunya terburu-buru, karena takut akan ketahuan,” katanya. Mengetahui menjadi korban pencurian, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota. Sebelumnya, dia belum pernah menjadi korban pencurian.
Petugas yang menerima laporan, segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dang mengumpulkan keterangan para saksi. Sedangkan diakuinya, di kawasan rumahnya tersebut sering menjadi sasaran pencurian terutama saat ditinggal pergi dan juga bekerja. (big/nug)