Penjahat Jalanan Obok-Obok Kota Malang

Aksi penjahat atau perampok jalanan, kian meluas. Bila sebelumnya kawasan perumahan Sawojajar yang menjadi ajang empuk para penjambret, kini pelaku kriminal menyeser di dalam kota ataupun jalan-jalan sempit. Buktinya kemarin siang, Franky Setiawan, 60 tahun, warga Jalan Bantaran Indah Blok C Malang menjadi korbannya. Sekitar 15 ekor burung kenari yang diternaknya, dibawa kabur empat perampok. Bahkan, pelaku sempat memukul dirinya ketika berusaha berontak dari sekapan.
Informasi yang dihimpun Malang Post, keempat pelaku yang salah satunya menggunakan motor Suzuki Thunder mendatangi rumah Frangky yang berada di paling pojok jalan tersebut. Sampai di sana, mereka melihat burung kenari yang dijemur korban di halaman rumah. “Mereka mengaku hendak membeli burung sehingga saya tidak curiga,” tuturnya kepada anggota Satreskrim Polres Malang Kota yang datang melakukan penyelidikan. Salah satu pelaku bertubuh sedang, lantas memintanya untuk mengobrol di dalam rumah.
Tak diduga pria ini, saat dia masuk ke dalam rumah, dua pelaku langsung mengeluarkan celurit dan menodongnya. Spontan, Franky berusaha berteriak, namun tubuhnya langsung dihajar. Hanya beberapa saat kemudian, pelaku lain yang berada di luar rumah, mengambil beberapa sangkar berisi burung kenari yang ada di teras dan kabur bersama pelaku lain. “Warga yang mendengar kejadian ini berdatangan. Tapi pelaku sudah kabur,” ujar Budi Santoso, 40 tahun, salah satu warga sekitar.    
Franky mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengaku masih melakukan penyelidikan. Sementara itu, akhir pekan kemarin, Achmad Rizky Setyawan, 17 tahun, warga Jalan Sidodadi RT35 RW06, Kebonagung, Bululawang melapor ke Satreskrim Polres Malang Kota. Pemuda ini mengaku menjadi korban perampasan motor di depan taman Jalan Trunojoyo Malang. Motor Yamaha Byson, N 3022 IF yang dibawanya dirampas dua orang.
“Saya hendak buang air kecil di sana. Saat saya turun dari motor, langsung dipukuli. Saya takut dan berusaha menghindar. Ternyata motor saya dibawa kabur,” ujarnya. Di bagian lain, polisi juga mengungkap kasus pencurian di rumah Siska, warga Jalan Tumenggung Suryo Malang yang terjadi 12 Agustus 2012 lalu. Pelakunya yakni Ari Subekti, 19 tahun, warga Desa Sumberngepoh, Lawang, mantan pembantunya. Polisi menangkap pemuda yang berprofesi sebagai pekerja bangunan saat pulang ke rumahnya, usai lebaran lalu.
“Tersangka diketahui identitasnya dari CCTV yang ada di rumah korban. Dia mencuri motor Honda Beat, 2010, dua laptop dan HP,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH. Menurutnya, pencurian itu tergolong mudah karena suasana rumah sepi dan hanya ada satu pembantu lain. “Dari rekaman CCTV itu, Classy, anjing korban juga hanya diam. Tersangka kemudian kabur ke Jakarta dan Jogyakarta. Di perjalanan, dia sempat menjual laptop dan HP. Saat ini, anggota masih memburu motor korban yang katanya ditinggal tersangka di sana,” tegasnya. (mar)