Keluar Kos, Sikat HP dan Uang Rp 2 Juta

MALU : Tersangka Andik Subastian alias Andik Wahyudi, ketika diperiksa penyidik Polsek Kepanjen.

KEPANJEN – Sepekan lebih menjadi buronan, pelaku pencurian dalam rumah guru SD Negeri di Kepanjen, Selasa lalu berhasil diamankan petugas Polsek Kepanjen. Pelakunya Andik Subastian alias Andik Wahyudi, warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji. Pria berusia 33 tahun ini, diringkus saat di jalan raya Kendalpayak – Pakisaji.
Barang bukti kejahatan yang turut diamankan darinya yaitu dua buah HP merek Flexi dan Nokia. Sementara uang sebesar Rp 2 juta milik korban yang ikut dicuri, sudah habis untuk foya-foya.
“Tersangka Andik berhasil kami tangkap, setelah hasil penyelidikan mengurucut padanya. Dan saat ini, kami masih mengembangkan kasusnya karena ada TKP pencurian lainnya. Diantaranya di Blitar, di Kota Malang serta Pasuruan,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Aksi pencurian yang dilakukan bapak satu anak ini, terjadi 31 Agustus lalu sekitar pukul 09.00. Tersangka mencuri ketika rumah dalam kondisi kosong. Sebelum mencuri, Andik bersama istri serta anaknya, indekos di rumah korban Susiami, 58 tahun, di Jalan Panglima Sudirman, Desa Dilem, Kepanjen. Dia kos sejak 10 Agustus lalu.
Selama kos, Andik yang bekerja sebagai kuli bangunan ini tidak pernah berbuat macam-macam. Baru 31 Agustus ketika dia mau pindah kos, muncul niatan untuk mencuri. Saat itu, tersangka berniat mau mengembalikan kunci kamar kosnya. Namun ketika diteriaki berulang kali korban sama sekali tidak mendengar.
Bersamaan dengan mau mengembalikan kunci kamar itu, tersangka mendengar ada HP berbunyi. Lantaran melihat situasi yang sepi, dia lalu memberanikan diri masuk menuju kamar korban. Selanjutnya tersangka mengambil dua HP serta uang Rp 2 juta di dalam tas korban. Setelah mendapatkan barang, tersangka lalu kabur.
Korban sendiri baru mengetahui pencurian itu tak lama setelah tersangka pergi. Karena yakin kalau HP serta uangnya dicuri, korban lalu melaporkan ke Polsek Kepanjen. Berdasarkan laporan itulah, petugas lalu melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengerucut pada tersangka yang keluar kos tanpa pamit.
“Saya baru sekali ini saja mencuri di rumah guru itu. HP yang saya curi tersebut, tidak ada niatan untuk menjualnya, karena ingin saya pakai sendiri,” tutur tersangka Andik, yang tangan kirinya penuh dengan lukisan tato.(agp/aim)