Polisi Dilarang Seragam Dinas

Tragedi penembakan Bripka Sukardi, anggota Provos Pol Airud Mabes Polri, mendorong Polres di Malang Raya, mengambil langkah cepat agar kejadian di depan Gedung KPK Selasa malam lalu itu, tak merembet ke kota ini. Salah satu antisipasi yang dilakukan, menambah personil dalam bertugas di lapangan.
Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo mengatakan, pihaknya sudah menambah personil. Awalnya polisi yang bertugas di lapangan hanya perorangan. Namun dengan kejadian itu, personilnya ditambah lagi. ‘’Sekarang polisi dalam menjalankan tugas sudah tidak sendirian lagi, melainkan beregu,’’ kata Windiyanto.
Bukan cuma penambahan personil di lapangan, tetapi sepulang kerja semua petugas kepolisian harus menutup seragamnya dengan jaket, hal ini sesuai intruksi Mabes Polri. ‘’Dan intruksi ini sudah lama kami lakukan,’’ tambahnya.
Sedangkan personil di setiap pos penjagaan yang jumlahnya terbatas,  juga akan digabungkan jadi satu. Misalnya di di Pos Alun-alun. ‘’Antisipasi ini kami lakukan agar tidak ada anggota yang menjadi sasaran pelaku, ketika mereka bertugas maupun dalam perjalanan pulang. Saya tegaskan bukan berarti antisipasi ini karena kami ketakutan,’’ ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan. Dia juga meminta, seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan, kejadian serupa terjadi di Malang.
‘’Selama ini saya sudah mendengung-dengungkan kepada anggota, untuk selalu waspada. Karena peristiwa penembakan yang terjadi di Jakarta, tidak menutup kemungkinan terjadi di Malang. Oleh karena itu dimanapun anggota itu bertugas, saya minta untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ ungkap Adi Deriyan Jayamarta.
Mantan penyidik KPK ini menambahkan, seorang perwira khususnya di jajaran Polres Malang ini dituntut harus bisa melindungi anggotanya. Perwira tidak diperkenankan memerintahkan anggotanya ke suatu tempat untuk melaksanakan tugas seorang diri. Minimal anggota yang mendapat perintah harus ada pendampingnya.
‘’Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Sekalipun kita sendiri tidak berharap kejadian tersebut terjadi di Malang. Sehingga semuanya harus tetap waspada,’’ ujarnya.
Sementara itu, terkait kasus kecelakaan maut yang dialami Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul, anak bungsu Ahmad Dhani, juga langsung direspon oleh Polres Malang. Tak ingin kecolongan kejadian kecelakaan itu terjadi di Kabupaten Malang, akan segera dilakukan razia kendaraan besar-besaran dengan sasaran anak sekolah.
Razia sendiri, nantinya tidak hanya melibatkan Satuan Lalu Lintas Polres Malang saja. Sebaliknya akan melibatkan seluruh Polsek di jajaran Polres Malang untuk melakukan razia.
‘’Kami akan menyusun agenda giat operasi untuk mengecek kelengkapan administrasi kendaraan. Sebab di Malang ini, juga masih banyak anak-anak SMP atau SMA yang sudah membawa kendaraan baik sepeda motor atau mobil,’’ jelas Adi Deriyan Jayamarta.
Jika dalam operasi nantinya ditemukan ada pelanggaran, akan langsung diberikan sanksi tegas berupa tilang. Orangtua dari siswa yang terjaring razia, akan dipanggil untuk diberikan peringatan.
‘’Sebab pada prinsip dalam aturan, kami tidak akan memberikan SIM kepada orang-orang yang tidak tepat. Seperti tidak lulus ujian praktek atau teori, serta anak di bawah umur,’’ katanya.
Selain menggelar razia, Polres Malang juga akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, Kelurahan ataupun kepada orangtua. Dimana kami menghimbau supaya orangtua tidak mengizinkan atau membiarkan anaknya membawa kendaraan sendiri sebelum berusia dewasa. (mik/agp/avi)