Intel Palsu, Tipu Puluhan Honorer

PENIPUAN CPNS: Tersangka Sugianto (kiri) diinterogasi Waka Polres Batu, Kompol MP Sitanggang, kemarin.  

Punya Jaringan Jakarta, Janjikan Masuk CPNS
PUJON –Awas, menjelang pendaftaran CPNS akhir tahun ini pelaku penipuan berkedok punya channel pejabat Badan Kepegawaian Nasional (BKN), banyak bergentayangan. Faktanya, gabungan petugas Polsek Pujon dan Polres Batu, siang kemarin mematahkan jaringan sindikat yang terorganisir dari Jakarta itu. Satu pelaku tertangkap, yakni Sugianto, 43 tahun warga Dusun Krajan Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.
Pria berbadan gempal inipun, diperkirakan telah menipu puluhan guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT) di wilayah kecamatan penghasil air susu sapi perah terbesar di Kabupaten Malang ini.  Namun dalam pemeriksaan polisi, Sugianto yang kepada korban-korbannya juga ngaku anggota Badan Intelijen Nasional (BIN) ini, hanya menyebut telah memperdayai 17 orang.
‘’ Tersangka Sugianto sudah kami tahan, dan dari tangan para korban dia telah mengeruk keuntungan lebih dari Rp 72 juta,’’ ungkap Waka Polres Batu, Kompol MP Sitanggang, siang kemarin.
Sugianto sendiri tak membantah, bahwa jaringan penipuan ini terbentang di hampir semua kota negeri ini dengan bos berkedudukan di Jakarta. Dua calon tersangka di Jakarta yang dia sebut, identitasnya juga telah dikantongi polisi.
Korban-korbannya mayoritas berpendidikan sarjana, lantaran sebagian juga sebagai pengajar di SD hingga SMP. Namun yang baru mengadu ke Polsek Pujon baru 17 orang, walaupun polisi yakin jumlahnya lebih dari itu karena selebihnya ketakutan membuat pengaduan.
Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Malang Kota, ini para korban dikenai rata-rata dikenai uang mulai Rp 3 juta hingga Rp 35 juta. Tersangka ngaku bahwa pihaknya bisa memasukkan nama-nama korban ke database BKN, sehingga nantinya bisa mulus masuk menjadi CPNS secara otomatis tanpa melaui tes.
Sudah barang tentu para pegawai honorer tergiur, apalagi tersangka juga ngaku anggota BIN yang penampilan kesehariannya mengenakan stelan safari warna hitam plus sebuah pin pada dada kiri. Bahkan, untuk menambah keyakinan, pria berambut cepak ini selalu membawa kartu identitas BIN.
‘’ Karena ngakunya anggota BIN yang memiliki jaringan di BKN, para korban akhirnya percaya. Apalagi penipuan ini sudah terjadi sejak pertengahan 2012 lalu, dan sampai sekarang tak satupun nama korban yang masuk database BKN alias tak kunjung diangkat menjadi CPNS,’’ ungkap Sitanggang.
Sugianto sendiri mengatakan bukan anggota BIN, kecuali menjadi anggota ormas Perintis Kemerdaan RI (PKRI). Dia juga memiliki seragam lengkap PKRI, berikut tanda pengenal dan kartu identitas lain. ‘’Tugas kami sebenarnya membantu petugas keamanan, baik polisi maupun tentara untuk menjaga keamanan. Jika ada apa-apa yang mencurigakan, kami harus lapor,’’ akunya.
Menyangkut penipuan itu, keterangannya pun klasik. Artinya dia mengakui hanya disuruh oleh dua orang warga Jakarta, yang sekarang jadi buronan polisi. Termasuk fulus yang dia keruk dari para korbannya, dikatakan telah ditransfer kle rekening dua bosnya itu. (feb/lyo)