Polisi Ditembak, Motor Dirampas

MALANG POST - Aksi penembakan terhadap anggota polisi kembali terjadi. Kali ini, seorang anggota Sabhara Mabes Polri, Briptu Ruslan menjadi korban penembakan orang tak dikenal di daerah Cimanggis. Berdasarkan informasi, aksi penembakan yang menimpa brigadir polisi ini terjadi kemarin petang, sekitar pukul 18.45 WIB, di sekitar Perumahan Bhakti Abri, Cimanggis, Depok. Peristiwa berawal saat anggota Sabhara Mabes Polri itu hendak pulang. Saat melintas ditempat kejadian, tiba-tiba dia didekati oleh pelaku dan langsung melepaskan tembakan.
Pelaku kemudian membawa kabur motor Kawasaki Ninja miliknya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto saat dikonformasi mengatakan masih melakukan pengecekan. Namun dugaan sementara, penembakan terhadap Ruslan diduga bermotif pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Dugaan sementara pelaku menembak korban karena menginginkan kendaraan korban,” terangnya. Rikwanto menjelaskan, akibat tembakan itu, Ruslan menderita luka di kaki.
“Dia hanya terkena satu tembakan persis di kaki. Ruslan ditembak seusai dirinya mencuci motor jenis Kawasaki Ninja di kawasan Cimanggis Depok,” papar dia.  
Lebih jauh dia menjelaskan, pelaku yang juga menggunakan motor, memepet Ruslan.  Setelah itu, tanpa banyak kata langsung menembaknya. Seperti diketahui, aksi penembakan anggota polisi yang dilakukan oleh orang tidak dikenal marak terjadi. Sebelumnya aksi penembakan menimpa anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono saat hendak berangkat bertugas di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, 27 Juli 2013. Tidak beberapa lama, Aiptu Dwiyatna, anggota Polsek Cilandak, tewas ditembak saat hendak bertugas di depan Gang Mandor, Jalan Otista Raya, RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), 7 Agustus 2013.Setelah itu, dua orang anggota Polsek Pondok Aren yakni Aipda Kus Hendratna dan Bripka Ahmad Maulana, juga tewas ditembak orang tak dikenal di Jalan Graha Raya, Tangerang Selatan, 16 Agustus 2013 lalu. Dan 10 September lalu, seorang anggota Provost Polairud Baharkam Polri, Bripka Sukardi juga tewas ditembak di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara itu, polisi juga akan melakukan rekonstruksi terhadap penembakan Bripka Sukardi.   “Untuk rekonstruksi direncanakan minggu depan guna melihat dan menggambarkan apa yang terjadi pada waktu penembakan,” lanjut Rikwanto.
Dikatakan dia, saat ini penyidik sedang mempelajari CCTV dari KPK terkait peristiwa yang terekam di sana untuk dianalisa. Selain itu, penyidik juga telah melakukan pencarian barang bukti. “Sementara didapat 3 selongsong peluru di TKP, kemudian juga didapatkan anak peluru atau proyektil ditubuh korban sewaktu visum dilakukan,” terangnya. Di samping itu, Rikwanto mengungkapkan kalau penyidik telah menelusuri sepanjang jalan mulai dari pemberangkatan Plumpang Tanjung Priuk sampai tiba di lokasi tujuan. (in/mar)