Marinir Gadungan Perdayai Gadis Srigonco

BANTUR – Seorang prajurit Korps Marinir TNI AL ‘palsu’ berpangkat Sersan Mayor (Serma) dan mengaku dinas di Surabaya, sore kemarin diamankan di Polsek Bantur. Cahyo Agus Yulianto, 35 tahun, Marinir gadungan ini, ditangkap karena menipu Anifah, 25 tahun, wanita asal Dusun Watu Sigar, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Selain mengamankan Cahyo warga Dusun/Desa Sidorejo, RT04 RW01, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Polisi juga menyita seragam dinas Marinir serta KTP berstatus TNI AL sebagai barang bukti. Sampai petang kemarin, Cahyo masih menjalani pemeriksaan petugas Reskrim Polsek Bantur.
“Cahyo ini, kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan lebih subsider pemalsuan data pada dokumen kependudukan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Bantur, Aiptu Anjis.
Informasi yang diperoleh, penipuan sendiri berawal dari Cahyo yang bermain ke Pantai Balekambang pada pertengahan Juli lalu. Saat bermain dia berkenalan dengan Bambang, warga sekitar. Kemudian dari saksi Bambang inilah, Cahyo dikenalkan oleh Anifah.
Kepada korban Anifah, Cahyo mengatakan kalau dirinya adalah prajurit Marinir TNI AL yang dinas di Surabaya. Agar korban percaya, Cahyo menunjukkan identitas KTP yang dipalsu dengan status TNI AL serta seragam kesatuan Marinir lengkap dengan nama Cahyo Agus Yulianto.
Karena postur tubuh Cahyo yang atletis dan meyakinkan, Anifah pun tidak curiga dan percaya. Bahkan, ketika korban dinikahi siri pada 2 Agustus mau saja. Sebab Cahyo menjanjikan akan menikahi sah setelah lebaran.
Namun lebaran sudah lewat lama, tetapi janji untuk menikahi secara sah tak kunjung ditepati. Bahkan, Cahyo malah meminta uang Rp 2,5 juta pada korban, dengan alasan ada anak buahnya yang meminjam uang.
Terbongkarnya kedok Cahyo sendiri, bermula dari kecurigaan masyarakat sekitar. Warga curiga lantaran, Cahyo lebih sering berada di rumah dari pada dinas. Akhirnya warga memutuskan untuk melapor ke kantor Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Purboyo di Desa Sumberbening Bantur.
Dari laporan warga itu, petugas Provost Puslatpur langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan langsung pada Cahyo. Setelah diselidiki dan diketahui bahwa Cahyo adalah hanya prajurit Marinir TNI AL gadungan, akhirnya langsung diserahkan ke Polsek Bantur. “Saat ini kami masih mengembangkan, apakah ada orang lain yang menjadi korban penipuannya,” tutur Anjis.(agp/aim)