Pegawai Puskesmas Gondanglegi Jual Sabu-Sabu

DIPERIKSA: Waka Polres Malang, ketika menginterogasi ketiga budak pil koplo. Dan dua pemakai sabu-sabu (SS) yang diamankan.

MALANG – Sesuai target pemerintah, 2015 Indonesia harus bebas dari narkoba. Caranya dengan terus memberantas segala bentuk peredaran barang terlarang. Genderang perang terhadap peredaran narkotika itu yang kini terus ditabuh Satuan Reskoba Polres Malang. Salah satu buktinya, dengan hasil ‘panen’ menangkap lima jaringan pelaku narkoba akhir pekan lalu. Tiga orang diantaranya kasus pil koplo jenis dobel L serta dua orang kasus sabu-sabu (SS).
Tiga jaringan pil koplo tersebut adalah, Sudelta Eka Pratama, 21 tahun, warga Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Deddy Putra Laksana, 31 tahun, warga Jalan Bantaran, Kelurahan Tulusrejo, Blimbing. Dan Roby Tresliawan, 21 tahun, warga Jalan Gilimanuk, Kelurahan Samaan, Klojen.
“Ketiganya ini kami tangkap secara terpisah dalam waktu sehari, di rumahnya masing-masing bersama dengan barang buktinya,” ungkap Waka Polres Malang, Kompol Pranatal Hutajulu ketika gelar perkara kemarin.
Untuk pelaku kasus sabu-sabu (SS) adalah Yunus, 53 tahun, warga Jalan Banyuanyar, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi. Dan Sugiono, 32 tahun, warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi. Keduanya juga ditangkap terpisah.
Yunus, bapak dua anak ini dibekuk di jalan raya Bululawang. Saat ditangkap dia mau ke rumah temannya untuk berpesta SS. Dari tangan pria setengah baya ini, polisi mengamankan barang bukti sepoket SS.
Tersangka yang rambutnya sudah putih ini, mengaku kalau SS tersebut dibeli dari tetangganya berinisial YJ, warga Desa Ketawang. Dia mengatakan sudah dua kali membeli. Pertama sekitar 15 hari sebelum diringkus, membeli sepoket seharga Rp 250 ribu. Kemudian pada saat ditangkap sepoket dibeli dengan harga Rp 400 ribu.
“Saya mengkonsumsi sabu-sabu itu karena iseng-iseng saja. Itu karena supaya kuat melek saat mengemudikan truk,” kata Yunus, yang mengaku sebagai sopir truk tebu ini.
Sedangkan Sugiono sendiri, diamankan di rumah Yunus selang beberapa jam setelah Yunus ditangkap. Penangkapan Sugiono sendiri, bermula ketika dia mau meminjam uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Yunus yang diutarakan lewat SMS. Sugiono menjanjikan akan memberikan sepoket SS seberat seperempat gram, kalau Yunus mau meminjamkan uang.
Polisi yang mengetahui kalau Sugiono membawa SS, akhirnya menjebak dengan meminta Sugiono datang ke rumah Yunus. Begitu tiba, petugas yang sudah menyanggong langsung menangkapnya. “Saya tidak tahu kalau pak Yunus ini ditangkap polisi. Dan SS yang saya bawa itu, beli dari Mat, warga Desa Ketawang, seharga Rp 400 ribu,” kata Sugiono, yang mengaku bekerja sebagai pegawai Puskesmas di wilayah Gondanglegi.(agp/aim)