Hilang, Ditemukan Tewas Mengapung

BATU – Warga Dusun Krajan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu mendadak gempar pada Minggu (15/9) malam. Ya, hal ini menyusul kabar penemuan mayat warga setempat yang sebelumnya sudah lama tidak pulang ke tempat tinggalnya. Dia adalah, Ngatinem, usia 85 tahun, warga Jalan TVRI RT 1 RW 1, Dusun Krajan Desa Oro-Oro Ombo, ditemukan tak bernyawa di Sungai Paron, Desa Oro-oro Ombo.
Kapolsek Batu, AKP Slamet Riyadi menjelaskan, jasad Ngatinem pertama kali ditemukan Budianto yang merupakan keponakan korban. Kala itu, warga Jalan Apukat RT 1 RW 2 Dusun Krajan, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu itu sedang melintas sendiri di sekitar sungai Paron. Dia melihat badan Ngatinem terterungkup di atas batu, yang berada di sungai tersebut.
‘’Ternyata, mayat tersebut adalah mbah Ngatinem, yang masih ada ikatan saudara dengan si pelapor (Budianto, Red). Setelah memastikan, jika mayat itu adalah Ngatinem, pelapor langsung melaporkan kepada kami. Tadi, korban sudah dimakamkan keluarganya,” terangnya kepada Malang Post, kemarin.
Menurut pengakuan keluarga korban, kata Slamet Riyadi, Ngatinem diketahui sudah cukup lama meninggalkan rumahnya. Pihak keluarga menyebut, si nenek tua rentah ini tercatat sering kali pergi tanpa pamit. Sehingga, keluarga pun kesulitan untuk mencari. Usaha untuk mencari pun dilakukan, salah satunya lewat bantuan orang pintar alias paranormal. 
Slamet menambahkan, pihak keluarga Ngatinem menyadari dan ikhlas atas meninggalnya Ngatinem. Pasalnya, sang nenek ini sudah pikun dan pendengarnya juga kurang. Keluarga dan warga menduga, korban meninggal akibat terjatuh ke dalam kali paron. Meskipun, badan korban masih dalam kondisi cukup segar, tidak rusak sehingga diperkirakan korban baru meninggal. Sebab, kondisi badan Ngatinem tidak rusak.
‘’Keluarga menyadari musibah itu, dan menganggap sudah merupakan jalan panggilan Allah. Keluarga juga sudah membuat surat pernyataan menerima musibah ini yang ditanda tangani RT/RW dan Desa,” pungkas Slamet. (poy)