Kebakaran Landa Pendem

BATU – Kewaspadaan masyarakat Kota Batu atas ancaman kebakaran benar-benar terjadi. Ya, kebakaran hebat menimpa rumah Supriono, warga Jalan Wijaya Kusuma 122 RT36/RW09, Dusun Sekar Putih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, sekitar pukul 18.30 WIB, Minggu (15/9) malam.
Siang kemarin, Letkol Inf Achmad Solihin Jabat Dandim 0818 didampingi Kepala UPT PMK Kota Batu, Santoso Wardoyo memantau langsung kondisi rumah korban. Pihaknya berjanji membantu meringankan korban.
Pasca kejadian Minggu malam, PMK juga sudah melakukan pendataan dan pengecekan untuk keperluan statistic musibah kebakaran. PMK mencatat tidak ada korban jiwa dan kerugian material sekitar Rp 10 juta.
‘’Dibalik musibah kebakaran ini, masyarakat tanggap dan peka, sehingga secepatnya saling bergotong royong berusaha mematikan api. Kami sampaikan, seiring datangnya musim kemarau, masyarakat untuk waspada terhadap tata cara mematikan listrik dan kompor. Jika ada kabel tua bisa dilaporkan ke PLN,” terang Solihin.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kebakaran yang diduga akibat konsleting arus listrik. Hanya saja, kejadian itu membuat rumah berukuran kurang lebih 6x8 meter tersebut kini ludes. Terutama bagian atap rumah yang terbuat dari kayu dan kini sudah lebur menjadi arang. Supriono memprediksi, kerugian material yang dialaminya diatas Rp 5 juta.
‘’Akibat musibah ini, saya berharap dapat bantuan pemerintah untuk bisa memperbaiki kembali rumah saya. Sebab, saat ini saya tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya,” harap Supriono, korban yang dalam kesehariannya sebagai tukang cangkul saat ditemui Malang Post, kemarin.
Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Siswoyo, tetangga korban. Dia hendak melintas di depan rumah korban, untuk membeli bakso. Siswoyo kaget dan langsung menuju bagian belakang rumah korban setelah melihat nyala api di atap rumah Supriono. Sembari berteriak minta bantuan, saksi mata ini memberi tahu korban yang sedang asik melihat televisi. Mereka kemudian menyiramkan air seadanya untuk mematikan kobaran api.
‘’Kami bertiga, saya, Pak Priono, dan Pak Zainal, gotong royong berusaha semampunya untuk secepatnya memadamkan api. Karena waktu itu, bapak-bapak di kampung ini sedang arisan rutin warga, jadi minim lak-laki. Hanya waktu 15 menit, atap rumah ludes. Ya masih bersyukur, api tidak sampai merembet ke rumah tetangga lainnya, karena saling berhimpitan,” cerita Siswoyo. (poy/feb)