Kesiapan Senpi Anggota Polisi diperiksa

PULUHAN  pucuk senjata api (senpi) berjajar rapi di meja coklat Markas Polisi Resort Malang Kota, kemarin. Senjata itu seluruhnya berjenis revolver (pistol) disertai kartu register. Setiap senpi diperiksa dengan teliti oleh tim divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Malang Kota.

Dalam pemeriksaan di lobi Mapolres Malang Kota itu, Wakil Kepala Polres Malang Kota,  Kompol Wiyogo Pamungkas. Ada sekitar 30 polisi pemegang revolver yang hadir di lobi. Mereka kemudian diminta untuk menyerahkan senpinya berikut Surat Izin Pemegang Senpi (SIP).
SIP itu ditaruh di depan moncong revolver, kemudian diperiksa satu persatu oleh Wakapolres. Pemeriksaan juga diikuti oleh anggota Propam yang duduk mengelilingi meja coklat. Rupanya mayoritas pistol tersebut tak siap pakai dan ada juga yang SIP-nya habis.
Wiyogo meminta polisi yang pistolnya siap pakai untuk maju ke depan. Hanya ada dua polisi, sehingga sisanya, langsung diminta push up. Sekaligus Wiyogo menanyakan apakah ada anggota yang tidak diterima dengan hukuman itu, dijawab tidak ada.
Menurut dia, pemeriksaan seperti ini mutlak harus dilakukan terhadap senpi polisi. Sebab, diperkirakan banyak polisi yang enggan melakukan pembersihan senjata. Kondisi itu membuat, senpi mereka tak siap pakai, jika ada kondisi darurat.”Bisa jadi karena lupa membersihkan senpi, saking banyaknya kegiatan di luar,” imbuhnya.
Memang kebanyakan polisi yang hadir dalam kegiatan itu, para polisi berpakaian preman. Pemeriksaan sendiri, kata Wiyogo harus dilakukan selama enam bulan sekali. Termasuk juga langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi aksi teror terhadap polisi.”Anggota satlantas wajib didampingi anggota bersenjata,” tegas pria ramah asal Solo ini,
Polres Malang Kota sebenarnya memiliki perawat senjata. Salah satunya Brigadir Seger Untung (52 tahun). Namun, brigadir ini lebih banyak mengurusi senjata jenis senapan semi otomatis Ruger Mini dan US Jungle Carbine serta Senapan Serbu 1 – V2 (SS1-V2).  Perawatan senjata, kata dia mutlak dan wajib dilakukan para pemegangnya.”Perawatan senjata seperti ini harus dilakukan para pemegangnya, ujarnya.(bagus ary wicaksono)