Sidang Perdana pembunuhan Fernando Fretes

Masih ingat dengan pembunuhan sadis terhadap mahasiswa asal Timor Leste Fernando Fretes 23 Juni 2013 lalu? Nando tewas di rumah sakit setelah dikeroyok para pemuda Timorleste lainnya di depan Paska sarjana Unmer, dengan kapak yang tertancap di kepala. Para pelaku pengeroyokan itu mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Malang, kemarin.
Kelima terdakwa itu antara lain Jose Cesar Gomez (21 tahun), Jonas Erlis Boavida (23 tahun),  Alcino Julio Peraira da Silva (23 tahun), Junevio da Silva Simoes (24 tahun) dan Matius da Silva (22 tahun). mereka dikawal kuasa hukum Husain Tarang. Adapun dakwaan disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Suhartono dan Fernando Bambang.
Pembacaan dakwaan sendiri dibacakan oleh Fernando Bambang. Yang pertama bahwa hasil visum menunjukkan ada luka sedalam dua centimeter di kepala dan luka di dada.
Menurut Fernando Bambang, masih ada lima pelaku lain yang masih berstatus DPO. Tiga diantaranya adalah Ht pembawa kapak, Nt dan Ha. Versi para terdakwa, kapak yang menancap itu merupakan milik Ht.
Adapun menurut saksi korban, Albert Monteiro Pinto dan Zet Florindo Dos Santos, tak bisa melihat jelas pelaku pembacok. Yang jelas sesuai dalam BAP yang dibacakan JPU,  ada kata-kata bahwa Jino dengan nama lengkap Jose Cesar Goes Xavier selaku memberi aba-aba.
Dalam persidangan sendiri, pengacara terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau tangkisan. Sehingga JPU bakal melanjutkan persidangan dengan kesaksian para saksi. Sidang kedua itu rencananya akan digelar pada Kamis (26/9) depan.
”Eksepsi itu mengenai data formal, identitas, bukan terkait pembenaran atau pembuktian, sebab pembuktian baru bisa dilakukan saat sidang selanjutnya, kejelasan benar atau tidaknya hanya bisa di pembuktian,” ujar Fernando Bambang
Sedangkan, Husain Tarang, mengatakan ada dua versi dalam dakwaan tersebut. Namun sesuai versi kliennya, juga dibenarkan keterangan bahwa Ht adalah pembawa kapak dan Nt serta Ha. Pihaknya akan mengikuti proses peradilan tersebut secara baik.
”Kita langsung pembuktian, secara formal ada keliru, benar atau tidak proses pada persidangan, kewenangan mengadili, kita buktikan di pengadilan,” ujar kuasa hukum terdakwa pada wartawan.(ary)