Kapolres Beri Waktu Satu Minggu Sosialisasi Aturan

Kebijakan larangan membawa kendaraan bermotor bagi siswa ke sekolah mendapat dukungan dari Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Jika Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Edy Suhartono akan mensosialisasikan aturan itu besok, pada kepala sekolah. Kapolres dan perwira di jajaran Polres Malang, pagi ini akan menjadi inspektur upacara untuk mensosialisasikan aturan itu kepada siswa serta guru secara langsung.
 “Ya, bersamaan dengan HUT ke-20 Polantas, kami meminta semua Kapolsek dan perwira menjadi isnpektur upacara di sekolah besok pagi (hari ini, red). Tidak hanya Kapolsek, saya serta Waka Polres juga menjadi inspektur. Kalau saya nanti di SMA Negeri 1 Kepanjen,” ungkap Kapolres kepada Malang Post, kemarin.
Mantan penyidik KPK ini menambahkan, himbauan yang disampaikan itu terkait dengan larangan pelajar yang belum cukup umur atau tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) membawa kendaraan ke sekolah. Pasalnya selain pelanggaran, hal tersebut juga membahayakan keselamatan pelajar.
“Sebetulnya tidak hanya tugas polisi, tetapi pihak sekolah juga bisa memeriksa siswanya yang membawa kendaraan sendiri apakah sudah memiliki SIM. Hal inilah, yang akan kami dorong supaya pihak sekolah ataupun orangtua juga berperan untuk mengawasi anaknya. Mereka kami minta untuk melarang anaknya membawa kendaraan sendiri, kalau belum cukup umur,” terangnya.
Disinggung soal kebijakan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang melarang siswa SMP membawa kendaraan sekolah, Adi mengatakan, bahwa kebijakan itu sangat bagus sekali. Karena usia anak SMP masih di bawah umur dan belum layak mengendarai motor sendiri.
Setelah dilakukan sosialisasi ini, siswa akan diberi waktu seminggu untuk berubah. Sebab setelah itu, polisi akan melakukan giat razia besar-besaran dengan sasaran siswa sekolah yang mengendarai motor.
“Jika dalam razia tersebut ada siswa yang terjaring razia dan tidak memiliki kelengkapan surat-suratnya, maka orangtuanya akan kami panggil untuk membuat surat pernyataan. Kami tidak akan menilangnya, tetapi akan memberikan himbauan terlebih dulu. Baru setelah himbauan dan surat pernyataan yang dibuat tetap dilanggar, akan kami tindak tegas,” tandas Kapolres.(agp/aim)