Bakar Daduk, Petani Tebu Tewas Terpanggang

PAGELARAN – Seorang petani tebu, Poniman, kemarin siang tewas dengan kondisi mengenaskan. Warga Dusun Mentaraman, RT24 RW03, Desa/Kecamatan Pagelaran ini, meninggal dunia dengan kondisi luka bakar sekujur tubuhnya. Dia terpanggang di lahan tebu miliknya yang tak jauh dari rumahnya.
Kejadian tragis yang menimpa pria 60 tahun inipun, langsung menggemparkan warga sekitar. Warga yang mendengar informasi itu, langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Agar tidak mengganggu jalannya proses olah TKP yang dilakukan Tim Identifikasi Polres Malang, petugas terpaksa membuat garis police line.
Usai diidentifikasi, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan alasan sudah menerima kematiannya. Korban pun hanya dimintakan visum luar di Puskesmas Pagelaran.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, yang kemarin memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan untuk penyebab pasti kematian korban masih menunggu kejelasan dari hasil visum petugas Puskesmas. Namun, dilihat secara fisik temuan di lokasi, korban meninggal karena luka bakar yang hampir di sekujur tubuhnya.
“Kalau tanda-tanda kekerasan sama sekali tidak ada. Berdasarkan keterangan para saksi, korban meninggal dunia karena terkepung api ketika berusaha memadamkan,” ungkap Adi Deriyan Jayamarta.
Peristiwa sendiri, kemarin terjadi sekitar pukul 11.15. Sebelum diketahui terpanggang, korban ini pamit kepada keluarga untuk pergi ke lahan tebu miliknya. Tujuannya berniat membakar daduk (daun tebu kering) setelah panen tebu.
Begitu tiba di lahannya, Poniman lalu mengumpulkan daun tebu yang kering. Setelah terkumpul banyak, daduk tersebut lalu dibakar. Karena kondisi kering, api pun cepat membesar. Namun tanpa disadari, api justru merambat ke bagian daduk lainnya dan merambat ke lahan tebu milik warga lainnya.
Mengetahui hal itu, korban berusaha untuk memadamkan. Tetapi usahanya gagal, sebab api malah makin membesar dan merambat hingga membuat terkepung dan akhirnya meninggal dunia.
Kebakaran lahan tebu sendiri, baru diketahui sekitar pukul 11.15, setelah warga melihat kobaran api di lahan tebu. Warga yang takut api semakin meluas, lalu menghubungi petugas Polsek Pagelaran dan PMK Kabupaten Malang. Tak lama mendapat laporan, polisi dan dua mobil PMK tiba di lokasi.
Untuk mencegah api tidak menjalar lebih luas, petugas membasahi tanaman tebu yang belum terbakar. Sementara satu mobil PMK lainnya, memadamkan api di lahan yang terbakar. Begitu api padam, barulah diketahui ada korban jiwa dalam kebakaran itu. “Kalau bakar daduknya jam berapa saya tidak tahu. Namun paginya saya sempat melihat korban berangkat ke lahannya.Kami tahu-tahunya api sudah membesar, dan  ada korbannya,” tutur Muslimin warga sekitar.(agp/aim)