Lumpuh, Warga Dampit Tewas Terpanggang Si Jago Merah

SISAKAN ARANG : Kebakaran yang melanda rumah milik Yanto menewaskan satu korban jiwa.

DAMPIT – Lagi, kebakaran merenggut korban jiwa. Kali ini, kebakaran hebat terjadi di Jalan Kahuripan RT.02 RW.06 Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, sekitar jam 19.30 WIB, Senin (23/9) malam kemarin. Si jago merah membakar habis dua rumah berdinding kayu, masing-masing milik Supiah (80 tahun) dan Suprianto (43 tahun) yang saling bersebelahan.
Tragis bagi Supiah yang setiap harinya tinggal bersama anaknya, Agus (40 tahun). Dia tidak tidak bisa menghindar dari si jago merah, karena kondisinya yang lumpuh akibat penyakit darah tinggi membuatnya. Dia yang setiap harinya terbaring lemas, pun ikut terpanggang di tempat tidurnya.    
Penyebab kebakaran ini semula api yang diduga berasal dari rumah Supiah. Dugaan awal, api tersebut berasal dari hubungan arus pendek listrik (korsleting). Kemudian, kobaran api menjalan hingga membakar rumah Suprianto yang letaknya persis di belakang rumah Supiah. Lokasi rumah yang masuk gang kecil membuat kesulitan dalam usaha pemadaman.
 ‘’Mungkin ya karena korsleting listrik. Waktu itu saya sedang tiduran di rumah, bersama anak saya. Suami saya sedang buka counter. Sedangkan, Mbah Supiah ada di rumah sendiri, anaknya lagi keluar. Api begitu cepat membakar rumah,” terang Sriati, istri Suprianto kepada Malang Post, kemarin.
Sriati mengaku, dia dan anaknya memilih menyelamatkan diri, serta tidak sempat menyelamatkan barang yang ada seisi rumahnya. TV, kursi dan sepeda angin miliknya pun ikut hangus terbakar. Warga sekitar berusaha memadamkan, namun tidak mampu menyelamatkan rumah ini dari amukan api. Ditafsir, kerugian total dua rumah akibat kebakaran ini kurang lebih Rp 100 juta.
‘’Tinggal satu pakai yang saya kenakan ini, yang tersisa. Kalau di dalam rumah Mbah Supiah juga ikut terbakar motor Pak Agus, anaknya,” aku Sriati sembari mengaku rumah itu disewanya dari Yanto dengan harga Rp 500 ribu per dua tahun. (poy/aim)