Penjahat Bermotor Kian Tak Terbendung

MALANG - Aksi penjahat jalanan menggunakan kendaraan bermotor di Kota Malang makin tak terbendung. Pelaku dengan mudah memperdayai korbannya. Seperti yang dialami Ani Rosita, 32 tahun, warga Jalan Kolonel Sugiono IX Malang. Dia menjadi korban gendam yang dilakukan dua orang tak dikenal, ketika memacu motornya di Jalan Cokroaminoto Malang, akhir pekan. Akibat kejadian itu, dia kehilangan tas yang berisi surat-surat penting dan uang tunai Rp 8,5 jutaan. Informasi yang dihimpun, awal mulanya, dia bermaksud menuju kantor ACC di Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang.
Saat melintas di TKP, motor yang dikendarainya disalip dua pelaku yang berboncengan naik motor. “Pundak saya ditepuk hingga tiba-tiba saya menghentikan motor,” tuturnya kepada petugas Polres Malang Kota. Selang beberapa detik, salah satu pelaku turun dari motor dan meminta tas yang disandangnya. Seperti kena gendam, Ani kemudian menyerahkan tas tersebut. Usai mendapatkan tas, dua pelaku berciri-ciri masih muda ini, kabur. “Saya baru sadar tas tidak ada ketika tiba di kantor ACC,” ungkapnya. Sedangkan kemarin, Selasa (24/9), M. Mungiz, 46 tahun, warga Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Pakisaji melapor ke Mapolres Malang Kota karena uang Rp 66 juta yang dibawanya, hilang dari dalam mobil Toyota Kijang.
Dia mengaku, uang itu lenyap ketika sedang mampir ke salah satu toko ban di Jalan S Supriyadi Malang. Menurut penuturannya kepada petugas, pria yang berprofesi sebagai guru ini baru saja mengambil uang tersebut di BRI Malang Kawi. Diduga, pelaku yang sudah berada di dalam bank, mengamati pengambilan uang itu. Masih tanpa sadar bahaya yang mengancamnya, Mungiz kembali ke Pakisaji. Namun, dia sempat berhenti di salah satu toko ban yang ada di Jalan S Supriyadi Malang. Saat meninggalkan mobil inilah, dua orang mengendarai motor mendekat ke mobilnya dan mencongkel pintu mobil.
Selanjutnya, kantong berisi uang Rp 66 juta yang diambil dari bank, dibawa kabur.  Tahu kejadian ini, korban memilih melapor ke polisi. Di bagian lain, Satreskrim Polres Malang Kota gencar melakukan operasi perjudian di beberapa tempat. Sedikitnya, tiga penjudi toto gelap diamankan. Kali pertama, Legimin, 76 tahun, warga Jalan Muharto VII Malang ditangkap di Jalan Kalimosodo Malang. Dari tangannya, disita tiga lembar kertas rekapan dan uang Rp 305.000.  Saat dibekuk itu, dia mengaku menyetorkan uang tombokan ke Yulianto, 47 tahun, warga Jalan Permadi Malang.
“Dari pengakuan itu, YT (Yulianto) ikut ditangkap dengan barang bukti HP dan uang Rp 780.000. Kedua tersangka ini mengaku baru dua bulan ini menjalankan bisnis judi toto gelap,” papar Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH. Dijelaskannya, selain kedua tersangka, anggota satreskrim juga membekuk Ferdi alias Ambon, 47 tahun, warga Jalan Basuki Rakhmad Malang yang kos di Jalan Semeru. “Khusus tersangka FN (Ferdi) ini, menjalankan judi toto gelap melalui SMS. Bahkan, omzetnya juga berkisar hingga Rp 700.000,” pungkasnya. (mar)