Warga Kendalpayak Hanyut di Brantas

PAKISAJI – Setelah sempat dinyatakan Mr X lantaran tidak ditemukan identitas, jenazah pemuda yang ditemukan tewas di Sungai Brantas, di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji akhirnya terkuak. Korban diketahui bernama Deni Wahyudi, 30 tahun, warga Jalan Jeruk, Desa Watudakon, Kendalpayak – Pakisaji.
Terungkapnya identitas korban ini, setelah pihak keluarga memastikan ke kamar jenazah RSSA Malang dan ke Polsek Pakisaji untuk mengecek HP yang ditemukan di saku korban. Namun untuk penyebab kematiannya, polisi masih menyelidiki sambil menunggu hasil otopsi dari dokter forensic RSSA Malang.
“Untuk penyebab kematiannya kami masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit,” ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari.
Diperoleh keterangan, sebelum jazadnya ditemukan warga tersangkut di batu Sungai Brantas, Minggu malam korban bermain ke rumah Sutrino, pamannya di Jalan Akasia, Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji yang berjarak sekitar 1 kilometer.
Setelah ngobrol dengan pamannya, sekitar pukul 22.00 korban ditinggal pergi sendirian oleh Sutris ke rumah saudaranya yang punya hajatan. Dan ketika pulang sekitar pukul 00.00, korban didapati sudah tidak ada. Ketika dicoba dihubungi di nomor ponselnya, juga tidak aktif.
Tubuh korban baru ditemukan Rabu pagi lalu di Sungai Brantas, sudah dalam kondisi tak bernyawa tersangkut batu. Karena saat itu tidak ada warga yang kenal, jenazah korban yang sempat dinyatakan Mr X, lalu dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Keluarganya baru curiga, setelah melihat berita di TV dan koran ada penemuan mayat yang ciri-cirinya mirip dengan korban. Setelah dicek ternyata benar bahwa mayat laki-laki yang menggunakan kaos bergambar singa itu adalah Deni Wahyudi.(agp/aim)