Perempuan Tak Beridentitas Ditabrak Kereta

EVAKUASI: Petugas ketika mengevakuasi korban di Stasiun Kepanjen.

KEPANJEN – Seorang wanita muda berusia sekitar 25 tahun, siang kemarin tewas ditabrak kereta api (KA) Penataran Doho, tujuan Malang – Blitar – Kertosono di lintasan rel Kelurahan Ardirejo, Kepanjen. Korban yang belum diketahui identitasnya, mengalami luka parah di kepala. Sambil menunggu identitasnya terkuak, jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
“Untuk identitasnya kami masih menyelidiki. Pasalnya, korban sama sekali tidak membawa identitas apapun,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Informasi yang diperoleh, peristiwa yang sempat mengundang histeris penumpang KA ini, terjadi sekitar pukul 11.25. Sebelum ditabrak, korban berjalan di pinggir rel sebelah timur. Korban berjalan dari arah utara ke selatan.
Ketika berjalan tepat di KM 67+0 antara Stasiun Pakisaji – Kepanjen, dari utara ke selatan melaju KA Penataran Doho bernomor CC 20119 yang dimasinisi Dega S, 23 tahun, warga Blitar. Masinis sempat membunyikan klakson dua kali, namun korban sama sekali tidak mendengarnya.
Akibatnya korban pun langsung ketabrak dan terpental. Mengetahui ada orang ketabrak, masinis lalu menghentikan laju kereta. Selanjutnya dibantu oleh penumpang, menaikkan jenazah korban ke atas gerbong. Kemudian sampai di Stasiun Kepanjen, jenazah korban diturunkan, lalu melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen.
Ciri-ciri yang dapat dikenali dari korban, tinggi sekitar 160 sentimeter, rambut lurus sebahu, kulit kuning langsat, memakai baju warna biru motif kembangan, serta bawahan rok mini.(agp/aim)