Copet Incar Pengantar Jamaah Haji

LAWANG-Amuk massa nyaris berlangsung di Jalan Diponegoro, Kelurahan/Kecamatan Lawang, Senin pagi kemarin, saat pelepasan jamaah calon haji. Seorang pelaku yang diduga pencopet, berhasil ditangkap petugas setelah kedapatan menggasak uang milik seorang pengantar calon jamaah haji. Akibat kejadian itu, tak ayal membuat pengantar jamaah haji yang lain nyaris tersulut emosinya untuk menghakimi pelaku.
Adalah Sutrisno, 60 tahun warga Dusun/Desa Kebotahan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang nyaris menjadi bulan-bulanan massa. Sementara korban dari aksinya, yakni Roudhotun Nafisa, 19 tahun warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo.
“Saya baru sadar dicopet, setelah uang yang ada di saku depan kanan, saya cek ternyata sudah tidak ada. Karena sebelumnya ada tangan yang sempat terasa di bagian saku, makanya saya langsung berteriak kecopetan,” kata Roudhotun Nafisa, korban saat menjalani pemeriksaan petugas Polsek Lawang.
Diceritakan korban, peristiwa bermula ketika kerabatnya yang hendak berhaji, sudah naik bus. Posisinya yang ketika itu bersama kerabat dan pengantar lain hanya bisa memandang dari luar bus, akhirnya hanya menyempatkan untuk melambaikan tangan seraya mengikuti bus..
Dalam kondisi menghadap bus itulah, pelaku langsung menyelipkan tangannya ke saku korban. Selanjutnya dengan cepat, pelaku langsung menarik uang korban yang ternyatanya isinya pecahan Rp 50 ribu sebanyak dua lembar.
Korban yang merasa ada yang ganjil, sontak langsung memeriksa saku uang yang sebenarnya milik dia dan rekan-rekannya. Begitu diketahui jika uangnya sudah hilang, kontan langsung berteriak kecopetan.
Dalam pemeriksaan, Sutrisno tidak mengelak dengan perbuatannya. Namun, tersangka beralibi kalau aksi nekadnya itu karena terpaksa.
“Saya bingung karena istri saya sakit. Makanya, begitu melihat ada kerumunan haji, saya kemudian mencopet. Saya sendiri sebelumnya melakukan aksi itu, sempat mendatangi rumah saudara untuk pinjam uang. Namun, tidak ketemu,” ungkap tersangka.
Kapolsek Lawang, Kompol Eko Suminto, mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Masalahnya, sebelum kejadian itu berhasil terungkap, seorang pengantar juga sempat kecopetan.
“Saat kejadian berlangsung, kebetulan ada anggota yang sudah mencurigai gerak-gerik Sutrisno. Makanya, begitu beraksi dan korbannya mengetahui, langsung mengamankan tersangka dari kerumunan,” jelasnya. (sit/aim)